Jakarta – Menyusul mal-mal di Surabaya, Pusat perbelanjaan Kota Kasablanka (Kokas) kini juga mulai dipasangi pagar di area depannya. Pemasangan pagar ini ramai diperbincangkan oleh warganet di media sosial.
Dari beberapa unggahan di media sosial Threads, sejumlah netizen mengaitkan pemasangan pagar di depan Mal Kokas dengan aksi unjuk rasa besar-besaran yang diprediksi akan terjadi. Warganet berasumsi pemasangan pagar merupakan tanda-tanda akan terjadi kerusuhan besar.
“Btw Kokas juga mulai dipagarin.. Sehat-sehat ya warga.. Sometimes jika waktu itu beneran datang, rusuhnya jangan yang merugikan kita sendiri ya,” kata netizen @bi_maxxxx di Threads.
Ada juga netizen yang kaget karena tiba-tiba ada pagar cukup tinggi terpasang di depan Mal Kokas. Warganet itu ikut penasaran mengapa pihak mal tiba-tiba memasang pagar.
“Halo Kokas, penasaran deh.. kenapa sekarang dipagar setinggi ini? Dulu rasanya lebih terbuka, lebih lega buat dipandang,” tulis akun @afitxxx di Threads.
1
Tim Waryawan mengunjungi langsung Mal Kota Kasablanka untuk melihat penampakan pagar. Terlihat pagar itu telah dipasang pada area depan mal, tepatnya dekat pintu masuk mobil dari Jalan Raya Casablanca.
Pagar jenis ini umumnya disebut pagar logam vertikal atau pagar bilah. Desainnya dibuat khusus untuk keamanan dengan bagian atas menyudut dan lancip, lalu terdapat sisi yang dibuat serong agar sulit untuk dilalui oleh pemanjat.
Pagar yang ada di Mal Kokas punya tinggi sekitar 2,5 meter dan berwarna abu-abu. Dari pantauan wartawan, pagar yang terpasang baru sekitar 100 meter saja, tepatnya dari dekat pintu masuk depan mobil hingga dekat area pintu keluar mobil.
Selebihnya, area depan Mal Kokas tidak dipagari. Hanya beberapa area saja yang dipasangi pagar, itu pun dengan pagar kaca yang mengutamakan estetika dan tingginya tidak lebih dari 1 meter.
Pemasangan pagar tinggi di area depan Mal Kokas cukup mengganggu visual. Dari penglihatan Wartawan, adanya pagar membuat kami sulit untuk melihat secara jelas fasad mal karena terhalang pagar cukup tinggi.
Sebagai informasi, Mal Kota Kasablanka berada di bawah naungan Pakuwon Group. Perusahaan itu memiliki sejumlah mal elite di Surabaya, seperti Pakuwon Mall, Tunjangan Plaza (TP), Royal Plaza, dan Pakuwon City Mall. Keempat mal di Surabaya itu juga ramai dibahas netizen karena telah lebih dulu dipagari.
Dilansir Waryawan, keempat mal itu dipagari dalam waktu hampir bersamaan. Sebagian warganet kemudian berspekulasi pemasangan pagar itu dikaitkan dengan kondisi ekonomi nasional yang dinilai sedang tidak menentu. Muncul pula spekulasi bahwa pagar dipasang untuk mengantisipasi aksi penjarahan, vandalisme, hingga kerusuhan seperti yang pernah terjadi pada 1998.
Tim Properti telah mencoba menghubungi pihak Pakuwon Group terkait pemasangan pagar di Mal Kota Kasablanka. Namun sampai berita ini diturunkan, belum ada jawaban.






















































