BATU HOBON, SAMOSIR – Komitmen melestarikan budaya Batak kembali ditegaskan Siraja Batak Foundation bersama Yayasan Sitolu Hae Horbo dan Turunan Bius Sitolu Hae Horbo.
Jajaran pengurus hadir dalam Pesta Bolon Mangalahat Horbo Keluarga Sitanggang Boru Malau yang digelar di Batu Hobon, Sianjur Mulamula, Kabupaten Samosir, Selasa (04/08/2026).

Turut hadir Ketua Siraja Batak Foundation, Ir. Nikolas Naibaho, MBA. Dari Turunan Bius Sitolu Hae Horbo tampak Marulam Sitanggang, Daulat Simbolon, dan Immu Naibaho.
Sementara dari Yayasan Sitolu Hae Horbo hadir Ketua Pembina Ir. Nikolas Naibaho, MBA, Pembina Daulat Simbolon, Sekretaris Arifin Naibaho, Bendahara Castro Simbolon, MBA serta Dewan Pengawas Marulam Sitanggang, Immu Naibaho, dan Sumper Simanjuntak.
Kehadiran para tokoh dan lembaga budaya ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian adat istiadat Batak, khususnya tradisi mangalahat horbo sebagai warisan leluhur yang harus terus dijaga generasi muda.
Pertama Kali dalam Sejarah, 3 Bius Duduk Bersama
Yang membuat pesta ini semakin istimewa, untuk pertama kalinya dalam sejarah 3 Bius besar berkumpul bersama di Batu Hobon. Ketiganya adalah Bius Si Pitu Tali, Bius Suhi Ampang Naopat, dan Bius Sitolu Hae Horbo. Pertemuan ini menjadi simbol persatuan dan kekuatan adat Batak Toba di Tanah Pusuk Buhit.
“Kami bangga. Baru pertama kali dalam satu pesta bolon, 3 bius yaitu Bius Si Pitu Tali, Bius Suhi Ampang Naopat, dan Bius Sitolu Hae Horbo dapat duduk bersama dalam kegiatan mangalahat horbo. Ini bisa menjadi contoh yang baik bagi kita, bagi Pemkab, bahkan Pemerintah RI,” ujar Ketua Siraja Batak Foundation, Ir. Nikolas Naibaho, MBA.
Nikolas juga menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan tersebut. Ia turut menyerahkan tumpak bantuan dari Siraja Batak Foundation bersama Yayasan Sitolu Hae Horbo dan Turunan Bius Sitolu Hae Horbo.
“Semoga keluarga besar Sitanggang Boru Malau semakin sehat dan sejahtera,” tuturnya.
Dukungan dari Tuan Rumah
Pihak hasuhuton yang diwakili Abidan Naibaho menyampaikan terima kasih atas perhatian Siraja Batak Foundation melalui Ir. Nikolas Naibaho, MBA, bersama Yayasan Sitolu Hae Horbo.
“Kehadiran Bius Habisaran dan Bius Hasundutan bersama-sama menunjukkan tujuan kita bersama telah tercapai sesuai kebenaran adat. Ini adalah awal yang baik,” ujarnya.
Makna Sakral Mangalahat Horbo
Mangalahat horbo atau pasahat horbo dalam tradisi Suku Batak Toba merupakan upacara persembahan hewan kerbau kepada Sang Pencipta, Mula Jadi Na Bolon.
Ritual sakral ini dilakukan sebagai bentuk kurban suci kepada Tuhan, wujud rasa syukur, serta doa memohon keselamatan, kesehatan, dan kesuburan bagi keturunan.
Prosesi diawali dengan mendirikan borotan yang bahannya diambil dari hutan. Acara dilanjutkan dengan makkarihiri atau mengikat kerbau, kemudian membawanya ke tiang borotan untuk doa dan persembahan suci kepada Mula Jadi Na Bolon.





















































