SAMOSIR, – Kemeriahan Festival Tao Toba Joujou 2026 ditutup dengan gemilang. Ribuan pengunjung memadati Kawasan Water Front City Pangururan hingga larut malam, Sabtu 08/08/2026, untuk menyaksikan konser penutupan bersama Tongam Sirait dan Band Cokelat.
Selain menikmati pertunjukan musik, pengunjung juga berbondong-bondong berbelanja produk UMKM dan mencicipi kuliner khas. Perputaran ini menjadi nafas ekonomi baru bagi pelaku usaha lokal.

APRESIASI TINGGI UNTUK UMKM DAN KULINER TERBAIK
Dalam malam penutupan, Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sibolga memberikan penghargaan kepada pelaku UMKM dan kuliner dengan capaian penjualan dan digitalisasi terbaik.
Untuk kategori penjualan terbanyak, Dame Ulos memimpin dengan nilai Rp861 juta lebih. Kategori kuliner penjualan terbanyak diraih Samosir Food dengan nilai Rp58 juta lebih.
Kategori UMKM Terdigital diberikan kepada Keripik Sambal Cap Bulan, dan Kategori Kuliner Terdigital diraih Matahari Mangga Dua.
Capaian ini membuktikan digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan utama untuk memperluas akses pasar dan meningkatkan transaksi UMKM Samosir.
AGRO BUDAYA: 9 KECAMATAN TAMPILKAN POTENSI
BI Sibolga juga memberikan apresiasi kepada pemenang Lomba Agro Budaya yang diikuti 9 kecamatan se-Kabupaten Samosir.
Juara I: Pangururan, Juara II: Sianjur Mulamula, Juara III: Sitiotio.
Harapan I: Ronggur Nihuta, Harapan II: Palipi, Harapan III: Harian.
Favorit I: Nainggolan, Favorit II: Simanindo, Favorit III: Onan Runggu.
Keterlibatan 9 kecamatan ini menegaskan bahwa potensi Samosir tidak hanya pariwisata, tetapi juga pertanian, kerajinan, kuliner, dan budaya.
TRANSAKSI DIGITAL TEMBUS RP6 MILIAR, NAIK 3 KALI LIPAT
Puncak apresiasi disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga, Riza Putera. Beliau menyebut total transaksi digital selama FTTJ 2026 mencapai Rp6 miliar lebih, naik hampir 3 kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
“Dan yang sangat menggembirakan, total transaksi mencapai Rp6 miliar lebih. Jumlah ini hampir tiga kali lipat dari tahun lalu. Terima kasih kepada seluruh pengunjung yang telah bertransaksi. Tujuan kami mendorong UMKM di wilayah kerja, khususnya Samosir, untuk terus maju,” ujar Riza.
Sebanyak 85 UMKM dilibatkan. BI juga mengapresiasi Pemkab Samosir, perbankan, dan stakeholder atas business matching serta pembentukan Tim Percepatan Ekspor Kabupaten Samosir.
APRESIASI KEPADA BANK INDONESIA: KONSISTEN 4 KALI PILIH SAMOSIR
Pemerintah Kabupaten Samosir menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bank Indonesia Sibolga yang untuk keempat kalinya secara konsisten memilih Samosir sebagai lokasi penyelenggaraan Festival Tao Toba Joujou sejak 2021.
“Kepercayaan BI selama 4 tahun ini adalah bukti bahwa Samosir memiliki potensi besar. Keberhasilan festival tidak hanya diukur dari kemeriahan, tetapi dari manfaat nyata bagi masyarakat. Ketika wisatawan datang, UMKM dapat pasar. Ketika budaya ditampilkan, identitas daerah semakin kuat,” ujar Sekda Samosir Marudut Tua Sitinjak mewakili Pemkab.
Pemkab menegaskan akan terus memperkuat kolaborasi untuk menaikkan kelas UMKM, memperluas digitalisasi, dan mengintegrasikan budaya serta pertanian dengan pariwisata agar produk Samosir mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Penutupan ditandai dengan pengguntingan benang terakhir tenunan ulos. Simbol bahwa ulos bukan hanya warisan, tetapi harus hidup, dirawat, dan memiliki nilai ekonomi bagi perajinnya.
Turut hadir: Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu, Kapolres Sibolga Eddy Inganta, Kasi Datun Kejari Samosir, Pabung Samosir, Kadiv Edukasi LPS Sumut Pramuji Novri Harlyanto, serta pimpinan OPD.
Dengan 4 kali penyelenggaraan, FTTJ membuktikan: budaya dan ekonomi bisa berjalan beriringan. Tradisi bukan hanya tontonan, tetapi sumber penghidupan.





















































