Jakarta – Ginjal memiliki peran penting dalam menyaring darah dan membuang zat sisa dari dalam tubuh. Namun, fungsi organ tersebut dapat menurun akibat berbagai faktor, termasuk kebiasaan mengonsumsi obat atau makanan tertentu.
Spesialis urologi dari Bethsaida Hospital dr Boyke Budiman Sumantri, Sp.U, mengatakan kebiasaan mengonsumsi obat-obatan perlu diperhatikan. Konsumsi obat tertentu, termasuk produk herbal atau jamu dengan cara yang tidak tepat dapat berisiko mengganggu fungsi ginjal.
“Kalau misalnya pasiennya demam atau sakit apa terus mengonsumsi obat-obatan, maaf, yang jamu-jamu itu juga bisa mengganggu fungsi ginjal,” ujar dr Boyke dalam program detikSore, Rabu (26/8/2026).
Meski demikian, dr Boyke menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud mengatakan seluruh pengobatan atau produk tradisional tidak baik. Ia mencontohkan vitamin C memang memiliki manfaat bagi tubuh. Namun, cara mengonsumsinya juga perlu diperhatikan.
“Sebenarnya vitamin C juga bagus. Tapi kalau dikonsumsi setiap hari buat apa?” tuturnya.
“Mengonsumsi itu harus bijaksana. Sesuai dengan kebutuhan. Jadi kita harus datang kepada yang ahli,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa pola makan yang tidak sehat dapat berkontribusi terhadap penurunan fungsi ginjal. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan makanan dan berbagai produk yang dikonsumsi.
“Mengonsumsi makanan yang tidak sehat itu bisa mengganggu fungsi ginjal. Sehingga ginjal juga bisa menurun fungsinya,” katanya.
Makanan yang dikonsumsi akan diserap dan ginjal berperan sebagai organ filtrasi. Kebiasaan kurang bergerak dan kurang minum juga bisa memberikan dampak yang buruk bagi organ ini.
“Kan itu akan diserap dan ginjal itu sebagai filtrasi, dia akan mengurai dan menjadi kristal. Kristal ini kalau tersimpan di ginjal, tidak ada olahraga, kurang minum, akibatnya dia akan menggumpal menjadi batu,” katanya.






















































