Jakarta – Kamera pengawas biasanya dipasang di lingkungan perumahan untuk meningkatkan keamanan. Namun di Amerika Serikat (AS), keberadaan kamera jenis tertentu justru mulai menjadi pertimbangan calon pembeli rumah.
Bahkan, sejumlah calon pembeli disebut membatalkan kunjungan hingga transaksi rumah setelah mengetahui sebuah perumahan menggunakan kamera pengenal pelat nomor kendaraan.
Dikutip dari New York Post, Kamis (20/8/2026), asosiasi pemilik rumah atau homeowners association (HOA) di berbagai wilayah AS mulai memasang kamera Flock Safety. Sistem tersebut menggunakan kamera untuk memotret kendaraan yang melintas dan mencatat informasi seperti nomor pelat, merek, model, warna, hingga ciri khusus kendaraan.
Kamera tersebut umumnya dipasang di pintu masuk, pintu keluar, atau titik yang ramai dilalui kendaraan. Informasi yang dikumpulkan kemudian masuk ke sistem berbasis cloud yang dapat dicari dan digunakan untuk mengidentifikasi kendaraan tertentu.
Namun, penggunaan teknologi tersebut memicu penolakan dari sebagian penghuni karena persoalan privasi. Dampaknya bahkan mulai merembet ke pasar properti.
New York Post melaporkan, lebih dari 200 HOA di AS telah menggunakan sistem Flock. Biayanya dalam sejumlah kasus berasal dari iuran penghuni dan pemasangannya tidak selalu melalui pemungutan suara seluruh warga.
Bagi pengelola perumahan, kamera tersebut ditawarkan sebagai perangkat keamanan. Namun bagi sebagian calon pembeli, keberadaan kamera justru dianggap sebagai persoalan privasi dan tambahan pertimbangan sebelum membeli rumah.
Dampak paling nyata terlihat ketika calon pembeli mulai mencari tahu keberadaan kamera pengawas sebelum mendatangi rumah yang ingin dibeli.
Seorang broker properti bahkan menceritakan pengalamannya di forum Reddit khusus agen real estat. Ia mengatakan calon pembeli membatalkan kunjungan setelah mengetahui perumahan tersebut memiliki kamera Flock di dua pintu masuk.
“Baru saja ada pembeli yang membatalkan kunjungan karena HOA memiliki kamera Flock di kedua pintu masuk, termasuk salah satunya di dekat kolam renang,” tulis broker tersebut.
Unggahan itu kemudian mendapat ratusan komentar. Broker tersebut kemudian memberikan penjelasan bahwa kejadian itu memang benar-benar dialaminya.
“Ya, ini benar. Saya brokernya. Saya menjadwalkan kunjungan dan pembeli membatalkannya setelah mereka memberi tahu saya mengenai hal tersebut,” tulisnya dalam pembaruan unggahan.
Fenomena ini menunjukkan bahwa faktor keamanan dan privasi mulai masuk ke dalam pertimbangan calon pembeli ketika memilih rumah.
Pembeli bahkan disebut menggunakan peta berbasis komunitas seperti DeFlock untuk mencari tahu lokasi kamera sebelum memutuskan mengunjungi sebuah properti.
Masalahnya, informasi mengenai kontrak pengawasan tersebut umumnya tidak tercantum secara jelas dalam dokumen pengungkapan HOA. Akibatnya, calon pembeli harus mencari informasi tersebut secara mandiri.
Secara teknis, kamera Flock menggunakan tenaga surya dan dipasang pada tiang. Kamera akan mengambil gambar kendaraan yang melintas dan menggunakan teknologi pengenalan gambar untuk mencatat berbagai karakteristik kendaraan.
Informasi tersebut mencakup nomor pelat, merek, model, warna, ciri khusus, serta waktu kendaraan terekam. Data kemudian disimpan dalam sistem berbasis cloud yang dapat dicari. Sistem tersebut juga dapat menandai kendaraan yang berkaitan dengan daftar tertentu, misalnya kendaraan curian atau kendaraan dengan pelat yang terkait penyelidikan polisi.
Persoalan muncul ketika data tersebut dibagikan. HOA pada dasarnya memiliki rekaman mereka sendiri. Namun ketika pengelola memilih ikut berbagi data, rekaman dapat diakses oleh ribuan lembaga penegak hukum di berbagai wilayah AS, bukan hanya kepolisian lokal yang memasang kamera.
Durasi penyimpanan data juga berbeda-beda berdasarkan kontrak, dengan sejumlah sistem menyimpan data selama 30 hari atau lebih.
Kritik terhadap sistem tersebut terutama berkaitan dengan siapa yang dapat mengakses dan mencari data kendaraan warga.
Penolakan terhadap kamera ini juga terjadi di Saranac Lake, New York. Warga memprotes pemasangan belasan kamera dan pembaca pelat nomor yang sebelumnya dilakukan melalui kontrak dengan Flock.
Seorang warga mengatakan masalahnya bukan keberadaan kamera keamanan, tetapi akses terhadap data yang dikumpulkan.
“Masalah yang saya miliki bukan dengan kamera keamanan. Masalahnya langsung dengan sistem Flock. Siapa pun bisa dengan mudah mengakses database ini. Cara data tersebut dibagikan dengan begitu mudah benar-benar tidak konstitusional,” katanya kepada New York Post.
Warga lainnya, Sandra Kalinowski, juga menyampaikan keberatan dalam rapat dewan kota. “Kamera-kamera ini tidak akan membuat kita aman,” ujarnya.
David Lynch, warga lainnya, bahkan meminta kamera tersebut dicabut. “Pertama, saya percaya kamera-kamera ini saat ini melanggar kebijakan Departemen Kepolisian Saranac Lake. Kedua, saya percaya publik telah disesatkan mengenai akses Flock terhadap data kita. Permintaan saya malam ini adalah agar kamera-kamera ini dicabut,” katanya.
Dewan akhirnya membatalkan kontrak tersebut. Para anggota dewan memberikan suara 4-1 untuk menghentikan kerja sama dengan Flock.
Aurora White, salah satu anggota dewan yang mendorong pembatalan, mengatakan pemerintah daerah tidak memiliki keahlian untuk mengelola data yang dihasilkan sistem tersebut. “Kami tidak memiliki keahlian untuk menjadi pengelola data ini dengan baik,” katanya.




















































