Cegah Dampak Negatif Pariwisata, Kecamatan Pangururan Gelar Ngobras Bersama Tokoh Masyarakat

oleh -911 Dilihat

“Tindak Lanjut Perhatian Bupati Vandiko, Camat Robintang Naibaho Undang Tokoh Agama, Adat, Kades dan Kepsek Bahas Isu Prostitusi, Narkoba, Judol dan Hoaks di Tengah Booming Pariwisata”

PANGURURAN – Seiring pesatnya perkembangan industri pariwisata di Kota Pangururan yang kini telah menjadi penopang kehidupan dan sumber ekonomi masyarakat, Pemerintah Kecamatan Pangururan mengambil langkah antisipatif. Guna membentengi masyarakat dari dampak negatif sosial, Camat Pangururan mengundang seluruh elemen untuk duduk bersama mencari solusi.

Berdasarkan surat undangan Nomor: 000.1.10/29/Kec-PRR tertanggal 9 September 2026, Camat Pangururan Robintang Naibaho mengundang Tokoh Masyarakat, Agama, Adat, Kepala Desa/Lurah, dan Kepala Sekolah untuk menghadiri pertemuan “Ngobras” (Ngobrol Santai) tapi berbobot.

Pertemuan dilaksanakan di Aula Pertemuan, Lt. 2 Food Court (Segmen 3 WFC) Pangururan, Jumat 11 September 2026.

Atas Perhatian Bupati Samosir

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari perhatian Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom terhadap perkembangan kondisi sosial kemasyarakatan di Kabupaten Samosir khususnya di Kota Pangururan sebagai pusat pariwisata dan pemerintahan.

Bupati menilai, di balik pertumbuhan pariwisata, muncul beberapa persoalan sosial yang perlu disikapi bersama seperti maraknya praktik prostitusi terselubung, peredaran narkoba, penyalahgunaan media sosial dimana informasi yang salah dianggap menjadi kebenaran, serta judi online (judol) yang meresahkan.

Hal ini tidak bisa dibiarkan dan tidak bisa diselesaikan pemerintah sendiri. Perlu dibentengi dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh budaya/adat, dan seluruh unsur pemerintahan.

Cari Solusi Bersama

Melalui forum Ngobras ini, Pemerintah Kecamatan Pangururan berharap lahir kesepakatan dan langkah konkret untuk menjaga nilai-nilai kearifan lokal, adat istiadat, dan moralitas masyarakat Samosir di tengah gempuran pariwisata modern.

Camat Pangururan Robintang Naibaho menegaskan bahwa pertemuan ini adalah ruang dialog terbuka. Pemerintah ingin mendengar langsung masukan dari para tokoh untuk merumuskan gerakan bersama dalam pengawasan sosial, pembinaan generasi muda, dan penegakan aturan yang berkeadilan.

“Kami mencermati perkembangan kehidupan bermasyarakat saat ini. Untuk itu kami mengundang Bapak/Ibu untuk berkenan hadir dalam pertemuan Ngobras ini. Atas kehadiran kami ucapkan terima kasih,” tulis Camat dalam undangannya.

Diharapkan dengan sinergi antara pemerintah, tokoh agama, tokoh adat, dan masyarakat, Kota Pangururan tetap menjadi kota pariwisata yang maju, berbudaya, aman dan nyaman, serta berakhlak mulia.‍

EDITOR

Avatar photo

SS - SINARNEWS Media Online

S. Edward H. Simanjuntak


Tentang Penulis: SS - SINARNEWS Media Online

Avatar photo
S. Edward H. Simanjuntak