“Petani Diberi Pembekalan Teknis dan Dukungan Program untuk Tingkatkan Produksi Lokal”
SAMOSIR – Komitmen Pemerintah Kabupaten Samosir dalam memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan pendapatan petani kembali diwujudkan. Melalui Dinas Ketapang dan Pertanian Pemkab Samosir menggelar Sosialisasi Kegiatan Pengembangan Bawang Putih Tahun 2026 di Kabupaten Samosir, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Komplek Dinas Ketapang dan Pertanian Kab. Samosir ini menghadirkan narasumber kompeten. Di antaranya Junika Megawaty dari Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian RI, Marnaek Lumban Gaol selaku Oftaker Hasil Panen Bawang Putih, dan Kadis Ketapang dan Pertanian Tumiur Gultom. Turut hadir para penyuluh pertanian dan perwakilan kelompok tani se-Kabupaten Samosir.
Antusiasme petani sangat tinggi. Sebanyak 138 kelompok tani se-Kabupaten Samosir mengikuti sosialisasi yang dibagi dalam 2 sesi.
Sesi 1 Pagi: Kecamatan Harian, Sianjur Mula-Mula, dan Sitiotio dengan 75 kelompok tani.
Sesi 2 Siang: Kecamatan Simanindo, Palipi, Nainggolan, Onan Runggu, Ronggur Nihuta, dan Pangururan dengan 63 kelompok tani.
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapat pembekalan lengkap mulai dari teknik budidaya bawang putih yang baik, penyediaan bibit unggul, pola tanam, hingga strategi pemasaran. Tujuannya jelas: mendorong petani Samosir agar mampu mengembangkan bawang putih sebagai komoditas unggulan daerah dataran tinggi.
Kabupaten Samosir dengan kondisi tanah vulkanik dan iklim sejuk memiliki potensi besar menjadi sentra pengembangan bawang putih di Sumatera Utara. Melalui program ini, Pemkab Samosir menargetkan dapat mengurangi ketergantungan impor bawang putih sekaligus menciptakan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.
“Program pengembangan bawang putih ini adalah bagian dari upaya kita mewujudkan swasembada dan memperkuat ekonomi pertanian. Kami berharap para petani dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan maksimal,” ujar Kadis Ketapang dan Pertanian.
Para peserta tampak antusias mengikuti pemaparan materi. Sesi diskusi dan tanya jawab juga aktif digunakan petani untuk menyampaikan kendala dan peluang pengembangan bawang putih di wilayah masing-masing.
Dengan adanya sosialisasi ini, Pemkab Samosir optimis produksi bawang putih lokal akan terus meningkat. Sehingga ke depan Samosir tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata Danau Toba, tetapi juga sebagai lumbung bawang putih yang mampu memenuhi kebutuhan daerah.





















































