TNI Dikerahkan ke Jakarta, Pramono Bantah Jakarta Berstatus Siaga 1

oleh -8 Dilihat

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membantah adanya status Siaga 1 di Jakarta menyusul pengerahan ribuan personel TNI ke Ibu Kota untuk mempertebal pengamanan.

“Tapi sampai hari ini enggak ada, wong kita juga rapat baik-baik saja. Jadi saya tidak tidak mendengar itu,” ucap Pramono usai rapat antisipasi banjir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk TNI dan Polri, di Balai Kota Jakarta, Kamis (5/11/2026).

Pramono mengaku tidak menerima informasi mengenai penetapan status Siaga 1 di Jakarta.

Menurut dia, jika status tersebut diberlakukan, dirinya sebagai gubernur pasti akan mendapat koordinasi dari pihak terkait.

Ia kembali menegaskan, dirinya belum mendapat pemberitahuan mengenai status Siaga 1 tersebut.

“Saya tidak, karena apa pun sebagai gubernur, kalau ada siaga satu pasti saya dikoordinasikan,” ujar dia.

Sebelumnya, Pramono menyatakan dukungan terhadap pengerahan personel TNI untuk mempertebal pengamanan di Jakarta.

Menurut dia, urusan keamanan dan pertahanan merupakan kewenangan pemerintah pusat.

Karena itu, Pemprov DKI tidak ingin mencampuri kebijakan yang diambil aparat terkait.

“Yang pertama berkaitan dengan penebalan pengamanan di Jakarta. Pemerintah DKI Jakarta memberikan support, mendukung sepenuhnya apa yang dilakukan untuk pengamanan di ibu kota ini,” kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (4/11/2026).

Pramono menilai Jakarta memiliki posisi strategis sebagai ibu kota negara, kota global, sekaligus pusat perekonomian nasional.

Karena itu, ia mengapresiasi langkah penebalan pengamanan tersebut.

“Tetapi secara prinsip sebagai gubernur saya tidak ingin masuk pada wilayah hal yang berkaitan dengan apa yang berkembang terakhir-terakhir ini.

Tetapi intinya, apa pun Jakarta ini adalah ibu kota negara, kota global, pusat perekonomian nasional, sehingga kalau kemudian ada penebalan keamanan, saya sebagai Gubernur Jakarta menyampaikan rasa terima kasih,” tutur dia.

Sementara itu, Markas Besar TNI menyebut pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke Jakarta merupakan bagian dari kesiapsiagaan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Muhammad Nas mengatakan, pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan untuk memastikan kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.

“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan TNI, untuk kesiapsiagaan,” kata Nas saat dikonfirmasi, Rabu.

Meski demikian, Nas tidak menjelaskan secara terperinci tujuan pengerahan pasukan ke Jakarta.

Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan langkah tersebut dengan isu lain yang berkembang.

“Enggak perlu dikaitkan dengan isu apa pun,” ujarnya.

Nas menjelaskan, setiap prajurit TNI dituntut selalu siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, termasuk menjaga kedaulatan negara.

“TNI dituntut senantiasa siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman pada perundang-undangan yang berlaku,” kata Nas.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet