TERIMA KASIH BUPATI VANDIKO, KAMI TIDAK SALAH PILIH! Apresiasi Haru Petani Samosir Dapat 1,25 Juta Bibit Kopi

oleh -11 Dilihat

SAMOSIR – Di balik truk-truk pengangkut 1.250.000 bibit kopi yang dilepas Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom dari halaman Dinas Pertanian, Kamis (29/10/2026), ada cerita haru yang tak tertulis.

Adalah Aratua Ambarita, Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi. Pria yang tangannya sudah puluhan tahun akrab dengan cangkul itu tak mampu menyembunyikan rasa syukurnya. Kelompoknya baru saja menerima 40.000 batang bibit kopi Arabika Gayo 3 dari total 1,25 juta batang yang disalurkan Pemkab Samosir melalui Kementerian Pertanian RI.

Dengan suara bergetar, ia menitipkan pesan yang langsung disambut tepuk tangan petani lainnya.

“Terima kasih kepada Bapak Presiden, Kementerian Pertanian, dan Pemkab Samosir. Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan. Kami tidak salah memilih Bapak Bupati,” ujar Aratua dengan mata berkaca-kaca.

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan terima kasih. Itu adalah pengakuan tulus dari petani yang selama ini lahannya tidur, kini dibangunkan kembali menjadi kebun kopi produktif.

“Dulu Kami Hanya Menonton, Sekarang Kami Diberi Modal”

Bagi Aratua dan 244 kelompok tani lainnya di sembilan kecamatan se-Kabupaten Samosir, bantuan ini adalah modal kehidupan. Bukan hanya bibit, pemerintah juga memberikan Rp 1,17 juta per hektare untuk pembuatan lubang tanam dan bantuan pupuk organik cair dan granul senilai total Rp 7,4 miliar.

“Ini bukan bantuan kecil, Pak. Ini bukti kepedulian. Bapak Bupati Vandiko sudah membuktikan, bukan hanya janji. Bibitnya ada, pupuknya ada, lubang tanamnya dibantu. Tinggal kami yang harus bekerja, menanam, merawat, dan memanen,” kata Aratua.

Ia berjanji, 40.000 bibit yang diterimanya tidak akan dijual, tidak akan dibiarkan mati. Ia akan mengajak seluruh anggota kelompoknya untuk berkomitmen.

Emak-Emak Tani Juga Bersuara: Sejak 2022 Kami Diperhatikan

Cerita serupa datang dari Tilesna Debata Raja, Ketua Kelompok Tani Wanita Nania Desa Tanjung Bunga. Dengan semangat seorang ibu, ia menceritakan bahwa kelompoknya telah merasakan kepedulian Pemkab Samosir sejak tahun 2022.

“Kami sudah menerima bantuan kopi, bawang, dan pupuk sejak 2022. Sekarang dapat lagi. Sebagai perempuan tani, kami merasa benar-benar diperhatikan. Terima kasih Bapak Bupati Vandiko, Bapak Wakil Bupati Ariston. Bantuan ini sangat berarti untuk ekonomi keluarga kami,” ujar Tilesna.

Bagi Kelompok Tani Wanita, kopi bukan sekadar tanaman, tapi tabungan masa depan anak-anak mereka.

Bupati Vandiko: Jangan Dijual, Tanam dan Rawat!

Mendengar langsung curhat haru petani, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menegaskan, program ini adalah sinergi dengan program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto untuk perluasan pertanian kopi.

“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Pemerintah akan terus mendampingi melalui PPL. Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Kita ingin bantuan ini benar-benar tumbuh menjadi kebun kopi yang produktif,” ujar Bupati Vandiko.

Vandiko juga mengingatkan, keberhasilan program tidak diukur dari berapa banyak bibit yang disalurkan, tapi dari berapa banyak yang tumbuh dan menghasilkan panen.

“Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperkuat perkebunan kopi Samosir. Kalau berhasil, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan produksi dan pendapatan petani,” katanya.

Lahan 1.250 Hektare Akan Jadi Masa Depan Samosir

Kepala Dinas Pertanian Tumiur Gultom menjelaskan, 1.250 hektare lahan yang akan ditanami terdiri dari 680 hektare tanam baru dan 570 hektare peremajaan. Jenis kopi Arabika Gayo 3 yang disalurkan sangat adaptif di Samosir dan bernilai ekonomi tinggi.

Program ini juga mendapat pengawalan dari Kejari Samosir atas perintah JAM Intel Kejagung, serta dukungan Forkopimda, Danramil Pangururan, dan Polres Samosir untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Kini, dari Sihusapi hingga Tanjung Bunga, dari Pangururan hingga Harian, para petani sudah mulai menggali lubang tanam. Mereka membawa harapan baru.

Harapan bahwa di tahun-tahun mendatang, lereng-lereng Samosir akan menghijau oleh kopi, dan dari kebun-kebun itulah kesejahteraan akan dipanen.

Seperti kata Aratua Ambarita di akhir sambutannya dengan mata berkaca- kaca penuh bahagia:

“Kepedulian Bapak Bupati sudah kami rasakan. Kami tidak salah pilih. Terima kasih, Bapak Bupati Vandiko!”

EDITOR

Avatar photo

SS - SINARNEWS Media Online

S. Edward H. Simanjuntak


Tentang Penulis: SS - SINARNEWS Media Online

Avatar photo
S. Edward H. Simanjuntak