GRESIK – Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani segera mengkaji kolam retensi di wilayah anak Kali Lamong masuk Desa Cermen, Kedamean, Gresik. Hal ini disampaikan usai meninjau perbaikan tanggul jebol di Desa Beton, Kecamatan Menganti, Gresik.
Pria yang akrab disapa Gus Yani ini datang pada sekitar pukul 15.45. Di tengah guyuran hujan deras, Gus Yani didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Gresik, Dhiannita Tri Astuti melihat alat berat yang masih bekerja memperbaiki tanggul yang jebol.
Gus Yani menjelaskan, sudah dua kali tanggul anak kali Lamong jebol. Pertama di tanggul Desa Cermen, Kecamatan Kedamean. Kemudian dilakukan perbaikan, penguatan tanggul menggunakan material batu kapur atau limestone.
Kedua, adalah tanggul yang masuk Desa Beton, Kecamatan Menganti, Gresik. Di sana tanggul jebol kurang lebih 1 meter. Terlihat alat berat sedang melakukan perbaikan. Ditengah guyuran hujan deras ditargetkan hari ini tanggul sudah teratasi.
“DPUTR mengkaji kebutuhan kolam retensi mudah-mudahaan didengar oleh Pemprov,” kata Gus Yani, Senin (20/2/2023).
Kondisi tanggul di wilayah anak Kali Lamong berupa tanah. Tanggul Desa Cermen dan Desa Beton ini berhadapan. Tanggul tersebut tidak kuat menampung debit air. Karena, ketika sungai Kali Lamong meluap, air yang ada di anak Kali Lamong tidak bisa menuju sungai Kali Lamong. Sehingga kekuatan tanggul di anak Kali Lamong bisa jebol sewaktu-waktu.
Oleh sebab itu, diperlukan kolam retensi.
Kolam retensi sendiri adalah kolam atau waduk yang berfungsi menampung air hujan dalam jangka waktu tertentu. Sehingga memotong puncak banjir yang terjadi dalam badan air atau sungai.
Pada tahun 2024, Pemkab Gresik membangun kolam retensi di Tambakberas, Cerme. Tanahnya sudah jelas, tanah pemkab. Sedangkan untuk di Desa Beton dan Cermen masih perlu dikaji lebih lanjut.
“Di sini tanahnya siapa, kita kaji kolam retensi. Jika tidak ada kolam retensi, kita khawatir kekuatan tanggul,” ucapnya.

Mar





















































