Lewat Odekta Elvina Naibaho , Indonesia Raih Emas Ketiga SEA Games 2023

oleh -208 Dilihat
oleh

Jakarta, Indonesia merebut medali emas ketiga di SEA Games 2023 setelah Odekta Elvina Naibaho menjadi pemenang di maraton putri, Sabtu (6/5/2023).

Hasil ini membuat Odekta sukses mempertahankan gelar medali emas di maraton putri SEA Games. Atlet kelahiran Soban, Sumatera Utara, 5 November 1991, itu juga meraih emas di SEA Games 2021 Vietnam.

Medali emas pertama Indonesia didapat dari cabang individual aquathlon putra. Rashif Amila Yaqin menjadi juara usai mengalahkan Andrew Kim Abay Remolino dari Filipina dan Bryce Sheng Cher Chong dari Singapura.

Maraton putra mempersembahkan medali emas kedua Indonesia di SEA Games 2023. Adalah atlet jarak jauh penuh pengalaman, Agus Prayogo, yang kembali merebut emas untuk Indonesia.

Agus sukses meraih medali emas dengan mengalahkan Arlan Estobo Arbois dari Filipina. Sementara medali perunggu maraton putra direbut atlet Vietnam, Nguyen Thanh Hoang.

“Saya bersyukur kembali meraih emas setelah di Hanoi hanya perak. Ini untuk seluruh masyarakat Indonesia. Di kilometer 17 saya mencoba lepas dan terus bertahan karena berdasarkan pengalaman di Hanoi saya kalah setelah disalip pelari Vietnam di lima kilometer terakhir,” kata Agus

Ini adalah medali ke-13 Agus Prayogo di SEA Games sejak kali pertama tampil pada 2009. Agus mengaku masih bisa menjalani satu hingga dua SEA Games lagi.

Pelari Indonesia Odekta Elvina Naibaho mengikuti jejak Agus Prayogo untuk menjadi yang tercepat sehingga keduanya mengawinkan medali emas Indonesia di nomor maraton dalam SEA Games 2023 Kamboja yang berlangsung di area situs warisan budaya Angkor Wat, Siem Reap, Sabtu.

Melalui perjuangan berat melawan udara 37 derajat selsius, Odekta menjadi yang tercepat di antara peserta lain nomor maraton putri walaupun ia harus terkapar begitu melewati garis finis. Pelari berdarah batak itu bahkan harus diberi oksigen dan dilarikan memakai ambulan.

“Odekta kepanasan. Tadi memang panas sekali tapi saya terus memberi semangat agar dia bertahan dan alhamdulillah hari ini kita kawinkan emas di maraton ” kata pelatih maraton Indonesia, Wita Witarsa.

Cuaca panas menjadi salah satu yang diantisipasi oleh kontingen Indonesia sehingga mereka memutuskan tiba di Siem Reap lebih awal untuk aklimatisasi.

“Jauh jauh hari saya sudah mengantisipasi cuaca panas ini. Makanya kami tidak mencari rekor. Yang penting emas,” kata Wita.

Menurut Wita, tekad Odekta untuk meraih emas sangat terlihat. Sejak awal lomba, Odekta mendapat perlawanan sengit dari Christina Organiza Callasco asal Filipina.

Christina berusaha memimpin sejak start tetapi Odekta dengan gigih terus menguntit. Memasuki kilometer 25 sang pelari Indonesia melepaskan diri sendirian di depan tanpa mampu dikejar pelari Filipina.

Setelah itu Odekta tak tertahan hingga garis finis untuk memastikan keping kedua emas maraton untuk Indonesia .

nsn