Dua Srikandi Diusulkan Prabowo Pegang Kendali Bank Indonesia

oleh -3248 Dilihat

 

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto mengusulkan dua srikandi untuk memegang kendali di Bank Indonesia (BI).

Kedua sosok wanita yang dimaksud adalah Destry Damayanti sebagai calon Gubernur BI, dan Aida S Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior BI.

Mereka dijadwalkan akan menjalani fit and proper test atau uji kepatutan dan kelayakan pada pekan depan di DPR.

Dalam Surat Presiden (Surpres) yang dikirimkan Prabowo ke DPR, ada pula nama Solikin M Juhro dan Anwar Bashori yang diusulkan menjadi Deputi Gubernur BI.

“Ya alhamdulillah kemarin Pak Mensesneg sudah mengirimkan surat kepada pimpinan DPR. Jadi suratnya itu mengusulkan, satu, nama terkait dengan calon Gubernur Bank Indonesia yaitu Ibu Destry Damayanti,” ujar Ketua DPR Puan Maharani, dalam jumpa pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

“Dan satu calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia yaitu Ibu Aida S Budiman, dan dua nama calon Deputi Gubernur Bank Indonesia, yaitu, satu, Bapak Solikin M Juhro dan yang kedua adalah Bapak M Anwar Bashori,” sambung dia.

Lantas, siapa sebenarnya dua sosok wanita yang diusulkan menjadi pejabat teranyar BI ini?

Destry Damayanti merupakan ekonom kelahiran Jakarta pada 1963.

Ia memiliki pengalaman panjang di bidang ekonomi makro serta pernah menduduki berbagai posisi strategis di sektor publik dan swasta, dikutip dari Kontan.

Destry menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Indonesia (UI).

Setelah itu, ia melanjutkan studi ke Cornell University, Amerika Serikat, dan meraih gelar Master of Science (M.Sc.) di bidang Regional Science.

Latar belakang pendidikan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi perjalanan karier Destry sebagai ekonom dan pengambil kebijakan di sektor keuangan.

Mengutip laman Bank Indonesia, perjalanan profesional Destry dimulai sebagai ekonom sebelum kemudian dipercaya mengisi sejumlah posisi penting di berbagai institusi.

Berikut perjalanan karier Destry Damayanti:

  • Citibank Indonesia (1997–2000)

Destry mengawali kariernya di sektor perbankan dengan bekerja di Citibank Indonesia.

Pengalaman tersebut memperkuat pemahamannya mengenai industri perbankan serta dinamika pasar keuangan internasional.

  • Senior Economic Adviser Kedutaan Besar Inggris (2000–2003)

Setelah itu, Destry dipercaya menjadi Senior Economic Adviser bagi Duta Besar Inggris untuk Indonesia.

Dalam posisi tersebut, ia terlibat dalam analisis ekonomi makro serta berbagai isu yang berkaitan dengan hubungan ekonomi bilateral Indonesia dan Inggris.

Destry juga pernah menjadi peneliti sekaligus pengajar di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.

Pengalaman di dunia akademik tersebut melengkapi kiprahnya sebagai ekonom, terutama dalam bidang kajian ekonomi dan kebijakan publik.

  • Kepala Ekonom Mandiri Sekuritas (2005–2011)

Karier Destry semakin dikenal ketika dipercaya menjabat sebagai Chief Economist Mandiri Sekuritas.

Selama menduduki posisi tersebut, ia banyak memberikan analisis mengenai berbagai isu ekonomi, mulai dari pertumbuhan ekonomi Indonesia, inflasi, nilai tukar rupiah, kondisi pasar modal, hingga kebijakan fiskal dan moneter.

  • Kepala Ekonom Bank Mandiri (2011–2015)

Kariernya kemudian berlanjut di Bank Mandiri.
Destry dipercaya menjadi Chief Economist dan berperan dalam penyusunan proyeksi ekonomi nasional.
Pada posisi tersebut, ia juga menjadi salah satu ekonom yang mewakili Bank Mandiri dalam menyampaikan pandangan terkait kondisi dan prospek perekonomian Indonesia.

  • Ketua Satgas Ekonomi Kementerian BUMN (2014–2015)

Di tengah kiprahnya sebagai ekonom Bank Mandiri, Destry juga dipercaya menjadi Ketua Satuan Tugas Ekonomi Kementerian BUMN.

  • Anggota Dewan Komisioner LPS (2015–2019)

Sebelum bergabung dengan Bank Indonesia, Destry menjabat sebagai Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Selama berada di LPS, ia terlibat dalam berbagai isu yang berkaitan dengan stabilitas sistem keuangan, penjaminan simpanan nasabah, resolusi bank, serta mitigasi risiko di sektor perbankan.

  • Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia

Perjalanan karier Destry kemudian berlanjut ke Bank Indonesia.

Pada 2019, Presiden RI menetapkannya sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2019.

Destry mengucapkan sumpah jabatan pada 7 Agustus 2019.

Ia kemudian kembali dipercaya untuk menduduki posisi tersebut untuk periode kedua 2024–2029 berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 74/P Tahun 2024.

Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry memiliki peran penting dalam mendampingi Gubernur BI dalam menjalankan berbagai kebijakan dan tugas bank sentral.

Tanggung jawab tersebut mencakup perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, sistem pembayaran, pengembangan ekonomi dan keuangan digital, serta koordinasi dengan pemerintah dan otoritas sektor keuangan.

Profil Aida S Budiman

Aida S Budiman Lahir di Bogor pada tahun 1965.

Setelah menempuh pendidikan di bidang Sosial-Ekonomi Pertanian Agribisnis Institut Pertanian Bogor pada tahun 1987, Aida melanjutkan pendidikan di University of Southern California dan mendapatkan gelar Master di bidang Economics pada tahun 1996.

Aida juga melanjutkan pendidikan di Claremont Graduate University dan mendapat gelar PhD di bidang Ekonomi pada tahun 2001.

Sebelum menjabat sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia, Aida menjabat sebagai Asisten Gubernur membawahi Kebijakan Strategis Sektor Moneter, Bauran Kebijakan Bank Indonesia, dan sinergi dengan bauran kebijakan nasional periode 2020-2022.

Jabatan tersebut diemban setelah menjadi Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter periode 2018 dan juga Kepala Departemen Internasional periode 2014-2018.

Aida S Budiman resmi menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI No.147/P Tahun 2021 tanggal 24 Desember 2021, dan mengucapkan sumpah jabatan pada tanggal 6 Januari 2022 dengan masa jabatan sampai 2027.

 

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet