JAKARTA – Produsen mobil Jepang Honda dan Nissan menyatakan akan mengakhiri pembicaraan penggabungan atau merger pada Kamis.
Hal ini sekaligus mengakhiri spekulasi atas nasib kesepakatan senilai 60 miliar dollar AS atau sekira Rp 981,46 triliun (kurs Rp 16.357 per dollar AS) yang dijadwalkan untuk menciptakan perusahaan otomotif terbesar ketiga di dunia berdasarkan volume penjualan.
Mereka mengatakan, berbagai opsi dipertimbangkan termasuk usulan Honda untuk mengubah struktur penggabungan dari perusahaan induk bersama menjadi perusahaan dengan Honda sebagai induk dan Nissan sebagai anak perusahaan melalui pertukaran saham.
Jumat (14/2/2025), kedua perusahaan mengatakan mereka akan berkolaborasi dalam kerangka kemitraan strategis yang ditujukan pada era kecerdasan dan kendaraan listrik.
Sebelumnya, ada kabar muncul pada tanggal 6 Februari yang melaporkan Nissan tampaknya akan mundur dari pembicaraan merger dengan Honda.
Saatnya untuk Aksi Nyata Atasi Perubahan Iklim Artikel Kompas.id Setelah kabar ini, saham Honda naik 2,14 persen pada Kamis (13/2/2025), sementara saham Nissan turun 0,34 persen.
Penggabungan tersebut gagal karena Nissan menolak untuk menutup pabrik, sementara langkah Honda untuk menjadikan produsen mobil tersebut sebagai anak perusahaannya semakin memperkeruh nasib kesepakatan tersebut.
Honda juga dilaporkan mendorong pemangkasan staf yang lebih besar di Nissan.
Pada bulan Desember, Honda dan Nissan memulai diskusi merger untuk menciptakan produsen mobil terbesar ketiga di dunia berdasarkan penjualan kendaraan, dengan durasi pembicaraan yang ditetapkan akan berakhir pada bulan Juni.
Dalam konferensi pers pada bulan Desember, CEO Honda Toshihiro Mibe mengatakan, kesepakatan itu bertujuan untuk berbagi intelijen dan sumber daya serta memberikan skala ekonomi dan sinergi sambil melindungi kedua merek.
Saham Nissan meroket 24 persen pada tanggal 18 Desember karena laporan media tentang merger tersebut, menandai hari terbaik saham tersebut setidaknya sejak 1985.
Penggabungan ini diumumkan sebulan setelah Nissan membukukan hasil yang mengecewakan untuk kuartal kedua yang berakhir pada September, dan mengungkapkan akan memangkas 9.000 pekerjaan dan memangkas kapasitas produksi global hingga seperlima.
Secara terpisah, Honda pada hari Kamis melaporkan hasil kuartal ketiganya, dengan pendapatan mencapai 5,53 triliun yen atau sekitar 36,4 miliar dollar AS. Angak itu naik 1,4 persen secara tahunan.
Sementara itu, laba operasi naik menjadi 397,8 miliar yen, atau naik 4,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Mar.



















































