BANTEN – Gempa Magnitudo (M) 5,1 mengguncang Bayah, Banten hari ini, Minggu (6/4/205) pukul 13.5 WIB.
Menurut BMKG, pusat gempa berada di laut, sekitar 111 km dari barat daya Bayah, Banten atau di titik koordinat 7,88 Lintang Selatan (LS)-106,04 Bujur Timur (BT).
Gempa tersebut terjadi di kedalaman 46 kilometer (km). Untungnya, BMKG memastikan bahwa gempa tidak berpotensi tsunami.
“Tidak berpotensi tsunami,” tulis BMKG.
Wilayah yang merasakan gempa Bayah Banten hari ini
Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan getaran gempa Bayah Banten dirasakan di berbagai wilayah dengan kekuatan yang berbeda-beda.
Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa Banten kali ini memiliki parameter update dengan magnitudo 4,8.
Lebih lanjut, menurut analisis BMKG, berikut adalah wilayah yang merasakan gempa Bayah, Banten:
1. Skala intensitas III-IV MMI, getaran dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik dan dinding berbunyi
- Surade
2. Skala intensitas III MMI, getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu
- Bayah
- Malingping
- Ciracap
- Pelabuhanratu
3. Skala intensitas II-III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu
- Nagrag
- Cibadak
- Kabandungan
- Kalapanunggal
- Nyalindung
4. Skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang
- Cibeber
- Ciapus
- Kota Sukabumi.
BMKG mengimbau agar masyarakat tetap waspada atas gempa susulan yang masih berpotensi terjadi.
“Hingga pukul 14.40 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan atau aftershock,” jelas Daryono saat dimintai informasi Wartawan pada Minggu.
Masyarakat juga dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG menyarankan pula kepada masyarakat untuk menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.
“Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal Anda cukup tahan gempa ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah,” jelas BMKG.

Mar.



















































