JAKARTA – Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kementerian Perhubungan, Risal Wasal mengatakan, Kota Bekasi tercatat sebagai wilayah dengan biaya transportasi tertinggi di Indonesia.
Hal ini berdasarkan data dari Survei Biaya Hidup Badan Pusat Statistik (BPS) 2018.
Biaya transportasi bulanan di Bekasi mencapai Rp 1.918.142 atau sekitar 14,02 persen dari total pengeluaran hidup warga.
Tingginya angka ini bukan semata disebabkan oleh tarif angkutan umum, melainkan oleh biaya tambahan seperti ongkos menuju dan dari titik transportasi umum atau yang dikenal dengan istilah first mile dan last mile.
“Kalau saat ini teman-teman naik kereta api murah Rp 3.500 sampai Rp 6.000. Tapi first mile-nya, ojolnya Rp 25.000, parkirnya Rp 10.000,” ujar Risal dikutip Wartawan, Minggu (2/8/2025).
Risal menjelaskan, masyarakat tetap harus mengeluarkan ongkos tambahan walaupun tarif kereta cukup terjangkau.
Biaya tersebut mencakup ongkos ojek online, parkir kendaraan pribadi di sekitar stasiun, atau transportasi lanjutan ke tempat tujuan.
“Naik transportasi umum kalau dia bawa mobil harus parkir, parkirnya mahal. Padahal keretanya cuma Rp 3.500,” kata Risal.
Untuk itu, Kementerian Perhubungan tengah mencari solusi untuk menekan biaya transportasi itu.
Tujuannya adalah untuk meringankan beban pengeluaran harian masyarakat dalam bertransportasi.
“Bagaimana tadi first mile dan last mile-nya itu bisa kita reduksi. Jadi, biaya orang itu untuk transportasi bisa kita kurangi,” ucap Risal.
Biaya transportasi di Indonesia
- Bekasi sebesar Rp 1.918.142 (14,02 persen dari total biaya hidup)
- Depok sebesar Rp 1.802.751 (16,32 persen dari total biaya hidup)
- Surabaya Rp 1.629.219 (13,61 persen dari total biaya hidup)
- Jakarta Rp 1.590.544 (11,82 persen dari total biaya hidup)
- Bogor Rp 1.235.613 (12,54 persen dari total biaya hidup).

Mar.



















































