IN MEMORIUM ALDES FERIWARI SIJABAT
oleh S S Sijabat, Ketua Umum PPTS
Bapak, Ibu dan Saudar/i yang mempunyai waktu untuk membaca tulisan saya ini .
Pernahkan anda menjumpai, menghadapi seseorang dalam perjalanan hidup ini yang mempunyai pendirian teguh, luas pergaulan, sudi berkorban, berintegritas tinggi, memelihara persahabatan dan pembela kebenaran ?
Suatu hari kurang lebih 4 tahunan lalu, saya diinformasikan akan adanya seseorang bermarga Sijabat (diketahui dari KTPnya) yang dalam keadaan sakit luntang lantung di Medan. GMTS berusaha berkordinasi dan mengurusnya, termasuk memberitahukan hal itu kepada saya secara teratur. Saya berikan pemikiran dan bantuan. Banyak dari kalangan Sijabat, utamanya GMTS memberi saran dan masukan. Tetapi yang melakukan saran dan masukan itu secara nyata dan langsung hanya satu orang sampai masalah itu selesi dengan berujung kepada pengantaran orang yang kehilangan tanpa arah itu ke Dinas Sosial Kota Medan.
Seseorang yang di alinea pertama dan seseorang yang terjun ke lapangan di alinea kedua tidak lain adalah ALDES FERIWARI SIJABAT.
Perkenalan saya dengan Aldes secara langsung tejadi di perayaan Natal PPTS 2017. Dengan penuh persahabatan dia memperkenalkan diri bersama istrinya boru Tambunan pada saat itu. Kemudian interaksi dengannya berlangsung dalam rapar-rapat dan pertemuan kalangan Sijabat secara formal. Bersama dengan beberapa orang kalangan muda Sijabat saya perhatikan dia selalu ikut terjun dalam setiap kegiatan Sijabat di Wilayah Medan. Dari interaksi itu saya semakin mengenalnya lebih dekat sehingga mengetahui dan memahami jalan pikirannya. Di antara semua pikirannya: sifat kritis, tidak bergeming terhadap hal yang dia anggap benar, tidak gentar menghadapi hal-hal yang tidak sesuai dengan pikirannya dan tegas mengutarakannya dengan argumen kuat tetapi terbuka dan mau berubah ketika argumennya terpatahkan yang memikat hati saya. Sejak saat itu saya telah menganggap dia sebagai adik (walau dalam tatanan Sohe dia adalah abangan saya). Lalu dalam Munas PPTS 2020 dia diangkat menjadi Sekretaris Dewan Pembina PPTS. Peristiwa ini semakin mendekatkan saya kepadanya yang secara bersama-sama dengan para anggota Dewan Pembina lainnya bersosialisasi selama 5 tahun. Sikap dan sifatnya di atas ada yang kurang dipahami oleh segelintir orang sehingga membuatnya tidak disukai. Namun dia tidak perduli tentang itu. Dia konsisten dan bersedia tidak poluler di pergaulannya. Dia sangat membenci keberpura-puraan, kepalsuan, sifat lain dibibir lain di hati, tidak konsisten dan kesewenangan.
Ternyata sifat dan sikapnya menjadikannya memangku jabatan-jabatan lainnya di segmen lain PPTS di Sektor, Wilayah dan Kekhususan (GMTS). Kepadanya dipercayakan memegang beberapa jabatan yang dikerjakan dengan baik. Satu lagi yang membuat hati saya terenyuh kepadanya: dia sangat memahami arti collectiive and collegial dalam berorganisasi dan menjalankannya dengan teguh.
Selasa, 11 Nopember 2025 sebuah foto di WA grup PPTS Sektor JTS Medan muncul yang bagi saya sangat mengerikan sekaligus membuat perasaan guncang. Aldes dengan pakaian terbuka bersandar setegah terbujur di ICU sebuah Sakit di Medan. Saat itu, saya baru beberapa jam sampai di Medan dari perjalanan jauh. Foto itu kemudian beredar di WA Group PPTS Pusat dan Wilayah Medan. Namun, saya hapus karena sungguh…foto itu sangat menggetirkan hati (mohon maaf kepada segenap insan Sijabat atas tindakan ini yang harus saya lakukan).
Beberapa menit kemudian kegemparan baru muncul. Berita menggelegar bagai kilat di siang bolong datang lagi:..ALDES F SIJABAT telah pergi mengadap Tuhan…
Perasaan lemas, sedih, tak percaya tapi nyata, merasa bersalah tidak berbuat banyak bercampur dalam hati sanubari ini.
Ketika datang melayat dan baru pertama sekali ini datang ke rumahnya hati ini semakin hancur dan tidak dapat berkata apa-apa. Tangisan Parumaen, Pahompu dan keluarga yang menyambut kedatangan saya tidak dapat saya respon dengan seyogianya karena saya terpaku, termangu dan diam seribu bahasa…hanya berdiri tegak memandang wajah almarhum. Barulah kurang lebih 10 menit kesadaran saya muncul dan melakukan hal-hal yang dalam situasi ini patut dilakukan.
Dalam acara pelepasan jenazah pada Rabu, 12 Nopember 2025 rasa haru dan semakin hormat saya kepada mendiang semakin tinggi. Berbagai kalangan seperti Kelompok Tani, SPSI, Bela Hukum, IPK, dan organisasi lain secara spontan (tidak dimasukkan dalam agenda) meminta dengan hormat kepada protokol Bistok Sijabat untuk diijinkan memberi sambutan. Semua sambutan tennyata sama dengan yang saya utarakan pada alinea pendahuan di atas. Dari keluarga juga mengakui keunggulan anak paling bungsu dari 10 bersaudara ini ( 6 perempuan dan 4 lelaki). Sewaktu menanti pemberian sambutan dari kelompok Sijabat yang telah berkumpul banyak dan datang dari semua (7) Sektor Medan dan beberapa Wilayah seperti Lubuk Pakam dan Dapaksulam (Dairi, Pakpak dan Subussakam) sambil mendengar sambutan-sambutan dimaksud, saya bergumam: mendiang ini sama seperti sepenggal kalimat dalam lirik lagu populer ANAK MEDAN, ’HASSUR DEMI KAWAN IDO AHU KAWAN’. Di dalam kesederhanaannya dan keprihatinan akan keadaan ekonominya ternyata dia telah berbuat banyak untuk semua kalangan. Dia telah menjadi berkat.
Di sambutan saya mewakili PPTS Pusat saya menyatakan kita ’mangapian’ dan berhutang ke mendiang, karena masih begitu muda mendiang telah memberikan berbagai hal baik dan positip bagi PPTS.
Kita semua khalayak Toga Sijabat dimanapun berada,
Kita relakan mendiang pergi dalam damai, kita lupakan hal-hal yang mungkin pernah menyakiti hati kita darinya dan kita bertekad melanjutkan perjuangannya. Marilah kita bersatu padu dalam ikatan tulus dan sakral mudar ni Sijabat dengan tulus dan dengan kemamouan dan kemauan kita teruskan perjalanan PPTS sehingga hari ini lebih baik dari kemari dan hari esok jauh lebih baik dari saat ini.
Khusus bagi GMTS, Aldes telah pergi. Teruskan dan hormati perjuangannya ke arah lebih baik dan progressip. Bersemangatlah mencontoh Aldes sehingga akan muncul 1000 Aldes Aldes dari sekarang untuk memajukan Sijabat dengan hati dan pikiran yang lebih cemerlang. Patah tumbuh hilang berganti, satu pergi seribu pengganti.
Kepada Keluarga Mendiang, khususnya istri dan para pahompu yang ganteng dan cantik-cantik. Kepergian Suami dan Ayah kalian adalah juga kehilangan dia yang kita cintai dan banggakan. Banggalah dengan kesaksian berbagai kalangan yang memuji-muji mendiang selama hidupnya yang diutarakan secara tulus dan spontan. Jadikan hal-hal itu menjadi modal semangat dan tekad yang membuat kepala kita tegak menyongsong hari esok. Kita yakini Tuhan Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pemberi akan memberi penghiburan hakiki dan jalan keluar terbaik bagi melanjutkan kehidupan ini.
Bung ALDES F SIJABAT,…pergilah dengan damai dan tenang. Hati kami yang saat ini masih teriris dengan kesedihan memberangkatkanmu dengan ikhlas.
Nun… dikeindahan Fajar pagi ini, menandakan Mentari tersenyum saya melihat kepadamu dibukakan pintu surga yang penuh sukaria oleh Malaikat yang menyambutmu. Dan aku mendengar suara lembut penuh wibawa dan murni: ‘duduklah di sebelah kananKu sampai Aku membuat musuh-musuhmu bertekuk‘ .



















































