Indonesia Buka Ekspor Durian ke China, Diklaim jadi Kekuatan Baru Pasar Dunia

oleh -31 Dilihat

JAKARTA – Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (Apdurin) mengatakan komoditas durian Indonesia muncul sebagai kekuatan baru dalam industri global.

Pernyataan ini berkaitan dengan meningkatnya permintaan dunia serta penguatan kerja sama internasional di sektor tersebut.

Sekretaris Jenderal Apdurin, Aditya Pradewo mengataan Indonesia telah menandatangani protokol ekspor durian beku pada Minggu (25/5/2025) ke China.

“Indonesia dan General Administration of Customs of China (GACC) telah menandatangani protokol ekspor durian Beku pada 25 Mei 2025. Hingga kini delapan perusahaan dinyatakan lolos verifikasi untuk mengekspor durian beku ke China,” kata Aditya dilansir dari Wartawan, Senin (17/11/2025).

Konsul Jenderal RI di Shanghai Berlianto Situngkir juga mengatakan bahwa durian telah menjadi salah satu komoditas perkebunan Indonesia yang tumbuh pesat.

Menurutnya, Indonesia memiliki keunggulan berupa kondisi iklim tropis, keragaman varietas, dan wilayah budidaya yang luas sehingga mampu memasok durian berkualitas tinggi sepanjang tahun.

Selain itu, Asosiasi Durian Internasional berkomitmen untuk mendukung Indonesia melalui transfer teknologi, standardisasi, dan pengembangan merk.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Durian Internasional Liu Feng pun mengatakan kebangkitan industri durian Indonesia menandai fase baru dalam struktur industri durian dunia.

Di saat yang sama, durian diusulkan menjadi buah nasional di Malaysia.

Malaysia melalui Durian Manufacturer Association (DMA), sebuah organisasi yang menaungi produsen dan pelaku industri durian mengajukan permohonan resmi kepada Kementerian Pertanian dan Keamanan Pangan Malaysia agar durian ditetapkan sebagai buah nasional.

Negara tersebut mengusulkan agar 7 Juli ditetapkan sebagai Hari Durian Nasional yang bertepatan dengan puncak musim panen.

Menurut Presiden DMA, Eric Chan, menilai bahwa durian bukan sekadar komoditas, tetapi bagian dari identitas masyarakat Malaysia.

“Setiap orang Malaysia memiliki kisah tentang durian, yakni kenangan, tradisi. Ini adalah satu hal yang mempersatukan kita semua,” ujarnya.

Malaysia dikenal dengan sejumlah varietas premium, seperti Musang King (D197), Black Thorn (D200), dan D24. Popularitas Musang King semakin menguat setelah status geographical indication (GI) varietas tersebut diperpanjang hingga 2034.

Menurut Chan, GI ini merupakan semacam “cap paspor” yang menegaskan bahwa Musang King adalah produk asli Malaysia.

Pernyataan Menko Bidang

Pangan Pernyataan tersebut menuai tanggapan dan komentar dari Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas) yang mengatakan Indonesia merupakan pusat keragaman durian dunia.

Indonesia diketahui memiliki sejumlah sentra durian yakni Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan bahwa produksi durian nasional pada 2024 sebanyak 1,96 juta ton dan menjadi produksi tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Pada tahun yang sama, Indonesia juga telah mengirim 600 ton durian beku ke pasar Thailand dan Hongkong.

Selain itu, menurut data Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN), terdapat 21 spesies dari 27 spesies durian dunia ada di Indonesia. Hingga 2024, sebanyak 114 varietas unggul baru telah terdaftar.

“Dengan fakta ini, saya kira durian adalah Buah Nasional Indonesia,” tegas Zulhas, dilansir wartawan, Selasa (18/11/2025).

Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet