Mata Kanan Andrie Yunus Alami Kerusakan Kornea 40 Persen Usai Disiram Air Keras

oleh -25 Dilihat

JAKARTA – RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo mengungkapkan perkembangan penanganan medis terhadap mata kanan dari Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus setelah disiram air keras oleh orang tak dikenal.

Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara mengatakan, area mata kanan Andrie Yunus mengalami kerusakan sel punca kornea yang sekitar 40 persen.

“Sebagai bagian dari penanganan, tim medis telah melakukan pemasangan membran amnion serta pemberian terapi anti-inflamasi untuk melindungi permukaan mata dan mendukung proses penyembuhan,” ujar Yoga dalam keterangan tertulis yang diterima Wartawan, Rabu (18/3/2026).

“Adapun kondisi terkini mata kanan pasien dalam keadaan stabil, dengan tingkat peradangan yang menunjukkan perbaikan,” lanjutnya.

Lalu, sel punca kornea mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan, meskipun proses epitelisasi (penyembuhan alami) masih dalam tahap pemantauan lebih lanjut. Saat ini kondisi Andrie tetap dalam pengawasan tim medis multidisiplin dan mendapatkan perawatan komprehensif.

Pemantauan kondisi akan dilakukan secara berkala, termasuk untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya infeksi sekunder serta memastikan proses penyembuhan berjalan dengan baik.

Pengobatan luka bakar dengan cangkok kulit

Lebih lanjut Yoga Nara mengungkapkan Andrie Yunus sudah menjalani tindakan operasi berupa pembersihan jaringan (debridement), Senin (16/3/2026). Tujuannya untuk mengangkat jaringan kulit yang mengalami kerusakan akibat luka bakar.

Pada sebagian area luka juga telah dilakukan tindakan cangkok kulit sebagai bagian dari upaya mempercepat proses penyembuhan.

Saat ini pasien masih menjalani perawatan luka secara intensif.

Perawatan ini bertujuan untuk mengevaluasi lebih lanjut kondisi dan kedalaman luka bakar.

“Serta menentukan waktu yang optimal untuk pelaksanaan tindakan cangkok kulit lanjutan sesuai dengan perkembangan klinis pasien,” kata Yoga.

“RSCM berkomitmen untuk terus memberikan penanganan medis yang optimal, profesional, dan berbasis keselamatan pasien,” lanjutnya.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memberikan kepercayaan kepada tim medis dalam menangani kasus ini.

Kronologi penyiraman air keras

Insiden penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis malam pekan lalu.

Andrie diduga diserang oleh dua orang tidak dikenal saat dalam perjalanan pulang.

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menjelaskan peristiwa bermula setelah Andrie selesai merekam siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat.

Setelah itu, Andrie sempat mengisi bahan bakar di wilayah Cikini sebelum menuju mes KontraS di kawasan Talang, Menteng.

Saat melintas di Jalan Salemba I sekitar pukul 23.37 WIB, dua pria berboncengan sepeda motor mendekatinya dari arah berlawanan.

Pelaku diduga menggunakan sepeda motor jenis Honda Beat.

Pengendara mengenakan kaus kombinasi putih-biru dan helm hitam, sementara pelaku yang dibonceng memakai penutup wajah berwarna hitam, kaus biru tua, serta celana panjang.

Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah Andrie.

Akibat serangan tersebut, Andrie berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor.

Warga sekitar langsung berdatangan untuk memberikan pertolongan.

Pakaian yang dikenakan korban dilaporkan meleleh akibat cairan tersebut, sehingga ia segera melepaskannya.

Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya dan sempat menjatuhkan gelas berbahan stainless steel.

Dalam kondisi terluka, Andrie berusaha kembali ke tempat tinggalnya sebelum akhirnya dibawa oleh rekan-rekannya ke RSCM untuk mendapatkan penanganan medis.


Mar.

EDITOR

Avatar photo

SINARNEWS Media Online

Margriet


Tentang Penulis: SINARNEWS Media Online

Avatar photo
Margriet