Perayaan Mengusung Tema “Firman Tuhan Menjadi Kegirangan Bagiku”
SAMOSIR – Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyebut perayaan puncak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Gereja Kristen Protestan Indonesia (GKPI) sebagai momentum untuk memperkuat iman jemaat sekaligus mendorong kontribusi aktif dalam pembangunan Kabupaten Samosir.
Hal itu disampaikan Ariston saat menghadiri puncak perayaan HUT ke-62 GKPI di Gereja GKPI Jemaat Khusus Pangururan, Minggu (30/8/2026). Perayaan tahun ini mengusung tema “Firman Tuhan Menjadi Kegirangan Bagiku.”
Dalam suasana penuh sukacita, Wabup Ariston turut melakukan pemotongan kue ulang tahun. Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Samosir, ia menyampaikan selamat HUT ke-62 kepada GKPI di seluruh Indonesia, khususnya jemaat GKPI di Kabupaten Samosir.
“Selamat ulang tahun kepada GKPI. Usia 62 tahun merupakan usia yang sudah matang. Ini menunjukkan keteguhan, kedewasaan iman, serta konsistensi GKPI dalam menjalankan tugas dan misi pelayanan, baik di bidang kerohanian maupun sosial kemasyarakatan. Kiranya dengan bertambahnya usia, GKPI semakin berkibar dan semakin kuat dalam menjalankan tugas pelayanan,” ujar Ariston.
Ia mengajak seluruh jemaat GKPI di Samosir untuk terus membangun kebersamaan dan bahu-membahu bersama pemerintah dalam mewujudkan kehidupan umat dan masyarakat yang lebih baik, dengan mengedepankan kerukunan, toleransi, serta semangat saling mendukung.
Menurut Ariston, tema HUT ke-62 GKPI sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat di tengah dinamika zaman. Perkembangan teknologi, perubahan sosial, serta tantangan ekonomi sering membuat manusia mencari kesenangan dan ketenangan yang bersifat sementara.
“Di tengah berbagai tantangan kehidupan, teknologi maupun ekonomi, manusia sering kali mencari kesenangan dan ketenangan semu. Kita diingatkan bahwa sumber sukacita dan kegirangan yang sejati, abadi dan tidak berkesudahan hanyalah Firman Tuhan,” tegasnya.
Karena itu, ia berharap tema HUT tersebut tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap, pelayanan, dan perbuatan yang mencerminkan nilai-nilai iman.
“Jadikan perayaan ini bukan hanya seremonial tahunan, tetapi momentum untuk semakin dewasa dalam iman, semakin bersemangat dalam pelayanan serta terus berdampak menjadi garam dan terang dunia,” katanya.
Lebih lanjut, Ariston menegaskan bahwa pembangunan Kabupaten Samosir tidak hanya berorientasi pada infrastruktur fisik, tetapi juga pembangunan sumber daya manusia yang memiliki mental, spiritualitas, dan karakter kuat.
Dalam konteks itu, ia mengapresiasi peran GKPI yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembinaan moral dan spiritual umat, meningkatkan kepedulian sosial, menjaga kerukunan antarumat beragama, serta menumbuhkan semangat gotong royong.
“Pemerintah Kabupaten Samosir sangat mengapresiasi peran aktif GKPI yang berkontribusi nyata dalam pembangunan sosial dan menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Samosir,” ujarnya.
Ariston juga mengajak jemaat meningkatkan kualitas SDM melalui pendidikan dan penguasaan ilmu pengetahuan yang dibarengi iman kuat. Menurutnya, generasi dengan pengetahuan, karakter, dan iman kokoh akan mampu memberi kontribusi nyata bagi pembangunan Samosir dan Indonesia.
Ia pun mengajak GKPI bersama seluruh elemen masyarakat menjaga kelestarian alam dan budaya Samosir sebagai bagian penting dari pembangunan yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan.
Puncak perayaan ditutup dengan pemberian *ulos/mangulosi* kepada Wabup Ariston oleh pengurus dan jemaat GKPI Jemaat Khusus Pangururan. Ulos diberikan sebagai simbol doa dan harapan agar Wabup diberi kesehatan, kekuatan, dan hikmat dalam memimpin pembangunan Samosir.
Turut hadir Asisten I Tunggul Sinaga, Asisten II Hotraja Sitanggang, Staf Ahli Bupati Tommy Naibaho, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, sejumlah pimpinan OPD, Pdt. Gracia Samosir, serta jemaat GKPI Jemaat Khusus Pangururan.





















































