Juru parkir liar yang berusaha menyetop kendaraan dan mengarahkan pengunjung ke kantong parkir liar yang telah disiapkan di kawasan Jakarta Fair Kemayoran atau Pekan Raya Jakarta (PRJ) 2024.
Indri berharap agar penyelenggara bisa menyiapkan kendaraan khusus untuk antar-jemput atau shuttle di kawasan PRJ, sehingga masyarakat tidak perlu membawa kendaraan terlalu banyak yang dapat menyebabkan kemacetan panjang.
“Harga yang dikenakan kepada pengguna parkir liar relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga parkir di JIExpo,” ungkap Indri.
Pengalaman tidak menyenangkan juga dirasakan oleh pengunjung PRJ asal Depok, Harry, yang membawa mobil. Ia terpaksa memarkir kendaraannya di badan jalan karena juru parkir menginformasikan bahwa parkiran di dalam JIExpo sudah penuh.
“Saat parkir di badan jalan, langsung dikenakan tarif Rp 50.000 sampai kami selesai dan balik ke mobil. Jelas ini merugikan pengunjung. Saya tidak tahu apakah semakin sore atau malam tarifnya akan lebih mahal, apalagi ini weekend. Tentunya saat parkir bukan di tempat resmi, usahakan dibekali pengaman tambahan agar lebih aman,” kata Harry
Terkait keamanan, menurut informasi dari juru parkir di Jalan Industri, mereka sudah bekerja sama dengan pihak Dishub, sehingga kendaraan dijamin tidak akan diderek.
“Ada baiknya mengambil foto mobil beserta juru parkir yang mengarahkan sebagai barang bukti. Ini supaya lebih yakin saja,” sarannya.
Para pengunjung berharap penyelenggara PRJ dapat segera mencari solusi untuk masalah parkir liar ini, agar pengunjung dapat menikmati acara tanpa harus merasa dirugikan.

Mar.





















































