Jakarta – Di tengah sorotan internasional, prosesi pemakaman Paus Fransiskus mencerminkan kepribadiannya yang sederhana. Tidak hanya itu, Paus Fransiskus menjadi Paus pertama dalam lebih dari satu abad yang memilih dimakamkan di luar tembok Vatikan. Sebuah keputusan yang mencerminkan nilai-nilai yang ia bawa di masa kepemimpinannya, yakni kerendahan hati, kesederhanaan, dan pelayanan. Syaza Wisastro akan membahasnya dalam Prime News bersama Romo Paulus Christian Siswantoko Pr selaku Sekretaris Eksekutif Konferensi Waligereja Indonesia.
Proses pemakaman Paus Fransiskus berlangsung di Basilika Santa Maria Maggiore, Roma, Italia pada Sabtu (26/4/2025) pukul 15.00 WIB.
Upacara pemakaman Paus Fransiskus dihadiri ratusan ribu orang, termasuk sejumlah tokoh dunia.
Kendati demikian, biaya pemakaman Paus Fransiskus disebut jauh lebih kecil dibandingkan dengan para pendahulunya.
Paus yang bernama asli Bergoglio ini menjadi pemimpin tertinggi Katolik pada 13 Maret 2013, menggantikan Paus Benediktus XVI yang mengundurkan diri pada 28 Februari 2013.
Diberitakan Al Jazeera, Jumat (25/4/2025), Fransiskus dikenal menjalani gaya hidup sederhana sepanjang hidupnya.
Paus kelahiran Argentina ini memilih tinggal di wisma tamu Vatikan daripada Istana Apostolik yang mewah. Dia juga sering bepergian dengan kendaraan komersil sederhana.
Kesederhanaan itu Paus Fransiskus tunjukkan hingga akhir hayatnya melalui upacara pemakaman yang berlangsung lebih sederhana daripada para paus pendahulunya.
Paa 2024, Fransiskus mengubah aturan lama terkait pemakaian tiga peti mati yang terbuat dari cemara, ek, dan timah.
Berdasarkan aturan baru itu, Paus dapat dimakamkan dalam satu peti mati yang terbuat dari kayu dan dilapisi seng.
Perubahan aturan juga memperbolehkan seorang Paus dimakamkan di luar wilayah Vatikan.
Paus Fransiskus pun meminta peti jenazahnya dimakamkan secara sederhana di Basilika Santa Maria Maggiore, sebuah gereja di luar Vatikan.
Gereja kuno tersebut memiliki arti penting bagi Fransikus, karena menjadi tempat pelaksanaan doa rutinnya sebelum dan sesudah melakukan perjalanan internasional.
Ini menjadikannya sebagai Paus pertama yang dimakamkan di sana sejak tahun 1600-an, sekaligus Paus pertama yang dimakamkan di luar Vatikan dalam lebih dari 100 tahun terakhir.
Vatikan tidak mengungkap biaya spesifik upacara pemakaman Paus Fransikskus. Namun, Paus berwasiat dia mengatur pemakamannya ditanggung seorang dermawan yang tidak disebutkan namanya.
Meski begitu, secara historis, pemakaman paus di Vatikan menghabiskan biaya jutaan dollar AS. Pemakaman dua paus dan pelaksanaan konklaf untuk mencari pemimpin Katolik baru pada 1978 menghabiskan biaya 20 juta dollar AS.
Pada 2005, pemakaman Paus Yohanes Paulus II dan pemilihan penggantinya Paus Benediktus XVI menghabiskan biaya 9 juta dollar AS.
Biaya tersebut saat itu lebih sedikit dari pendapatan Gereja Katolik Roma sebesar 12,4 juta dollar AS. Gereja menerima uang dari wisatawan, sumbangan, saham, obligasi, real estate, dan investasi lainnya.
Namun, beberapa tahun terakhir, gereja menghadapi tantangan keuangan. Hal itu bahkan membuat Paus Fransiskus memulai reformasi keuangan dengan memotong gaji pejabat tinggi.
Tahun lalu, gereja bahkan dikabarkan mengalami kekurangan anggaran sebesar 87 juta dollar AS. Anggaran itu dibutuhkan untuk membiayai operasional gereja yang melayani lebih banyak umat Katolik dari negara-negara miskin.




















































