Jangan Maklum Dengan Pikun

oleh -2033 Dilihat
oleh

Gangguan daya ingat, gagal fokus, hingga sulit melakukan kegiatan yang familiar merupakan sebagian tanda gejala awal demensia atau pikun.
Di Indonesia, sekitar 1,2 juta orang diperkirakan mengalami demensia.

Pikun adalah istilah awam untuk kondisi yang dikenal secara medis sebagai demensia, yaitu kumpulan gejala yang ditandai dengan penurunan fungsi kognitif (berpikir dan mengingat), gangguan konsentrasi, serta perubahan perilaku atau mood yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Meskipun sering dikaitkan dengan penuaan, pikun bisa terjadi pada usia muda dan disebabkan oleh berbagai faktor, seperti kerusakan sel saraf otak, penyakit (misalnya Alzheimer), cedera kepala, kekurangan nutrisi, atau infeksi.

Ciri-ciri Pikun (Demensia)
Beberapa tanda dan gejala umum pikun meliputi:
Kehilangan ingatan: yang parah, termasuk sering lupa hal yang baru saja terjadi atau menanyakan hal yang sama berulang kali.
Kesulitan berpikir: dan memecahkan masalah, sehingga tidak bisa mengikuti aturan atau langkah-langkah kegiatan sehari-hari.
Disorientasi: (kebingungan) terhadap waktu, tempat, dan orang.
Gangguan komunikasi, seperti kesulitan berbahasa.
Perubahan kepribadian: atau perilaku, seperti perubahan mood atau kesulitan menjaga kebersihan diri.

Pikun dapat disebabkan oleh beberapa hal, termasuk:
Alzheimer: Penyebab demensia yang paling umum, melibatkan gangguan keseimbangan zat kimia otak dan penyusutan otak.

Demensia Vaskular: Terjadi akibat komplikasi penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, stroke, merokok, atau konsumsi alkohol.

Cedera Kepala: Trauma pada kepala dapat menyebabkan demensia (disebut Chronic Traumatic Encephalopathy).

Kekurangan Nutrisi: Defisiensi vitamin B12 dan asam folat dapat memicu demensia.
Infeksi: Infeksi seperti HIV juga dapat menjadi penyebab.