Jakarta – Sebelum merenovasi atau membangun rumah, ada baiknya melakukan izin kepada tetangga sebelah karena proses ini bisa mengganggu ketenangan. Namun, tidak semua tetangga setuju dengan rencana tersebut karena banyak hal, salah satunya muncul rasa tidak suka.
Hal ini dialami oleh sebuah keluarga yang berencana akan melebarkan rumahnya. Namun, rencana tersebut tinggal angan-angan saja karena ditentang oleh tetangga.
Dilansir dari Express UK, anak dari keluarga tersebut menceritakan kisah sang ayah yang kesal lantaran tetangganya nggak kasih izin untuk melebarkan rumahnya.
Sang anak menjelaskan tetangganya menolak ada ekspansi rumah karena merasa bangunan baru itu dapat menghalangi sinar matahari masuk ke dalam rumah mereka.
“Ketika saya masih muda, ayah saya mengajukan permohonan izin perencanaan untuk membangun perluasan rumah, tetapi ditolak oleh tetangga dengan alasan akan menghalangi sinar matahari ke properti mereka,” kata sang anak yang enggan disebutkan identitasnya.
Rencana yang sudah dibuat matang-matang itu harus gagal di depan mata karena tetangganya tak sudi. Alhasil, sang ayah berencana membuat balas dendam yang tidak main-main, karena akan berlangsung selama 10 tahun ke depan!
Rencana balas dendam itu disebut ‘kreatif’ karena dijalankan secara tak terduga. Seperti apa rencananya?
Ayah dari anak itu membuat rencana untuk menghalangi sinar matahari ke rumah tetangganya secara perlahan dalam jangka waktu 10 tahun. Ia pun menanam sejumlah pohon kecil di halaman rumah yang nantinya akan tumbuh tinggi.
“Jadi ayah saya menanam selusin pohon kecil. Saya tidak tahu apa namanya, tetapi bentuknya seperti pohon Natal dan tumbuh sangat tinggi – saya rasa itu sejenis pohon pinus,” kata anak itu.
Saat pohon-pohon itu tumbuh besar hingga melampaui rumah tetangganya, di momen itulah balas dendam tersebut berhasil terlaksana. Rumah tetangganya nggak akan mendapatkan sinar matahari pagi yang cerah.
“Setelah beberapa tahun, pohon-pohon itu akan tumbuh lebih tinggi dari rumah kami dan sepenuhnya menghalangi sinar matahari yang masuk ke properti tetangga kami,” ucapnya.
Rencana balas dendam itu tidak disadari oleh para tetangga. Mereka tidak memprotes aksi penanaman pohon karena hanya sekadar menanam tumbuhan.
“Situasinya begitu remeh sehingga saya rasa para tetangga pun tidak menyadarinya karena mereka tidak pernah mengatakan sepatah kata pun tentang hal itu,” pungkasnya.
Walau rencana balas dendam ini terbilang kreatif, tapi bisa saja tidak berjalan dengan mulus. Mungkin suatu hari pohon bisa roboh dan justru menimpa rumahnya sendiri.




















































