MEDAN – Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Pdt. Dr. Victor Tinambunan, MST, menegaskan komitmen HKBP untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia melalui dunia pendidikan.
Hal itu disampaikannya menyusul keberhasilan Universitas HKBP Nommensen (UHN) meraih predikat akreditasi “Unggul”. Menurutnya, capaian setelah hampir 72 tahun berdiri ini harus diiringi dukungan lebih besar dari pemerintah terhadap perguruan tinggi swasta agar kualitas pendidikan nasional semakin meningkat.

Pernyataan tersebut disampaikan usai Rapat Pengurus Yayasan Universitas HKBP Nommensen (UHN) terkait Program dan Rencana Anggaran Belanja (RAB) Tahun Akademik 2026/2027 di Kantor HKBP Distrik X Medan-Aceh, Selasa (28/7/2026).
Rapat tersebut dihadiri Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon, Sekretaris Jenderal HKBP Pdt. Rikson M. Hutahaean, M.Th., Kepala Departemen Koinonia HKBP Pdt. Dr. Deonal Sinaga, Kepala Departemen Diakonia Pdt. Eldarton Simbolon, D.Min., Rektor UHN Medan Dr. Richard A.M. Napitupulu, S.T., M.T., Kepala Departemen Marturia Pdt. Bernard Manik, M.Th., Rektor UHN Pematangsiantar Dr. Muktar B. Panjaitan, M.Pd., Kepala SMA Kampus Nommensen Pematangsiantar Paian Hot Sitanggang, S.Pd., M.Si., serta jajaran pembina dan pengurus yayasan lainnya.
Akreditasi Unggul Hasil Gotong Royong
Pdt. Dr. Victor Tinambunan mengatakan, keberhasilan UHN meraih akreditasi unggul merupakan tonggak sejarah.
“Ini satu kemajuan yang patut disyukuri. Setelah hampir 72 tahun, UHN akhirnya memperoleh akreditasi unggul. Ini tidak terlepas dari kolaborasi dan kerja sama antara pembina, pengurus yayasan, pengawas, serta seluruh sivitas akademika. Ini adalah hasil kerja gotong royong,” ujarnya.
Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi modal penting bagi UHN untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program strategis yang telah disepakati dalam rapat yayasan. Ia menilai keberadaan UHN Medan, UHN Pematangsiantar, hingga SMA Kampus HKBP merupakan wujud nyata partisipasi HKBP dalam mendukung program pemerintah di sektor pendidikan.
“HKBP mengambil bagian dalam menyukseskan program pemerintah melalui penyelenggaraan pendidikan. Karena itu kami berharap pemerintah juga memberikan perhatian, baik dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia maupun dukungan lain yang dapat memperkuat perguruan tinggi swasta. Tujuannya sama, yaitu meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” katanya.
Ia juga mengapresiasi kebijakan yayasan yang menaikkan kesejahteraan tenaga pengajar.
“Kenaikan ini bukan membuat mereka menjadi kaya, tetapi agar lebih sejahtera. Ketika dosen sejahtera dan bahagia, mereka dapat mengajar dengan lebih baik. Dampaknya akan meningkatkan kualitas layanan pendidikan, kualitas lulusan, dan pada akhirnya memberikan kontribusi lebih besar bagi pembangunan bangsa,” ujarnya.
Yayasan Fokus Pembenahan Menyeluruh
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Yayasan UHN Dr. Effendi Muara Sakti Simbolon mengatakan, yayasan terus melakukan pembenahan secara menyeluruh. Mulai dari tata kelola, peningkatan kualitas SDM, penguatan fasilitas pembelajaran, hingga pengembangan riset dan pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, sinergi dengan pemerintah, khususnya kementerian yang membidangi pendidikan tinggi, menjadi faktor penting dalam mempercepat pengembangan perguruan tinggi swasta.
“Kementerian ini berhubungan langsung dengan kepentingan perguruan tinggi. Karena itu kami berharap ada perhatian dan dukungan dari pemerintah agar perguruan tinggi memperoleh fasilitas yang diperlukan dalam menjalankan proses pendidikan,” ujar Effendi.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah akan memberi ruang lebih besar bagi perguruan tinggi swasta untuk meningkatkan mutu melalui penguatan sarana prasarana, peningkatan kapasitas dosen, hingga kebijakan yang mendukung pengembangan institusi.
Saat ini UHN juga terus membenahi laboratorium, ruang kuliah, dan fasilitas akademik lainnya sebagai upaya mempertahankan serta meningkatkan daya saing di tingkat nasional maupun internasional.
Promosi Kreatif Tanpa Bebani Anggaran
Di sisi lain, yayasan juga mengembangkan strategi promosi kampus secara kreatif tanpa membebani anggaran. Berbagai kegiatan dilakukan melalui media daring, media sosial, seminar, kuliah umum, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat.
“Kegiatan promosi berskala besar dengan menghadirkan tokoh nasional maupun hiburan sepenuhnya didukung sponsor, sehingga tidak menggunakan dana yayasan,” katanya.
Strategi ini, lanjut Effendi, bertujuan memperluas jangkauan promosi UHN sekaligus meningkatkan minat calon mahasiswa dari berbagai daerah. Mahasiswa dan dosen juga dilibatkan dalam kegiatan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan penguatan rasa memiliki terhadap kampus.
Berkat berbagai upaya tersebut, UHN kini berhasil menempati peringkat ke-73 perguruan tinggi terbaik di Indonesia.
“Kami bersyukur atas bimbingan Ephorus dan seluruh jajaran pembina. Ini menjadi semangat bagi kami untuk terus meningkatkan pelayanan pendidikan sesuai visi dan misi HKBP yang melayani seluruh lapisan masyarakat secara inklusif,” ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota melalui program beasiswa juga telah memberikan kontribusi positif.
“Kolaborasi tersebut diharapkan terus diperkuat agar UHN mampu meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan tinggi, serta memperkuat daya saing lulusan di masa depan,” pungkasnya.





















































