″Tokoh Perantau dan Camat: Optimalkan Keindahan Alam untuk Kesejahteraan Masyarakat”
SAMOSIR – Rencana Penataan Sempadan Danau Toba di Kecamatan Pangururan mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak. Komitmen bersama untuk menjaga keindahan alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat terus dikuatkan melalui forum diskusi.
Hal ini terlihat dalam Focus Group Discussion (FGD) I Perencanaan Penataan Sempadan Danau Kecamatan Pangururan yang digelar di Desa Sianting-anting, Jumat (28/8/2026). Kegiatan ini difasilitasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Samosir.
FGD ini dihadiri Sekretaris Bapperida Samosir Parsaoran Rumapea, Kabid Perencanaan Sarpras Wil. Rianti Oppusunggu, Kabid Perencanaan Perekonomian Rikardo Simbolon, Camat Pangururan Robintang Naibaho dan jajaran, Pj. Kades Sianting-anting Enrownara Tambunan, serta Ketua BPD Dunggar Tua Sitanggang.
Tokoh Perantau Samosir dari Jakarta: Ini Anugerah Tuhan untuk Kesejahteraan
Salah seorang tokoh masyarakat perantau Samosir, Ir. Nikolas Naibaho, MBA, Pendiri Siraja Batak Foundation yang berdomisili di Jakarta, mengapresiasi langkah Pemkab Samosir dalam merencanakan penataan pantai Danau Toba.
Saat ditemui di salah satu warkop saat pulang kampung, ia menilai potensi keindahan alam Samosir merupakan anugerah yang harus dikelola dengan baik agar berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Saya sangat mendukung perencanaan penataan pantai Danau Toba ini. Ini adalah upaya nyata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui potensi keindahan alam Samosir. Sekaligus kita juga dapat memelihara dan melestarikan keindahan pantai Danau Toba,” ujarnya.
Ia menegaskan, keindahan Danau Toba adalah ciptaan Tuhan yang harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat Samosir.
“Kalau kita kelola dengan baik dan tertata, ini akan meningkatkan ekonomi masyarakat. Wisatawan akan semakin nyaman datang, UMKM akan hidup, dan masyarakat sekitar pantai akan merasakan manfaatnya,” tambahnya.
Camat Pangururan: Ada Dukungan Gubernur Sumut Bobby Nasution
Camat Pangururan Robintang Naibaho yang membuka FGD tersebut, mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung penuh program penataan sempadan danau.
Menurutnya, ini adalah momentum besar untuk menggerakkan roda perekonomian melalui sektor pariwisata.
“Saya berharap masyarakat dapat mendukung program ini. Ini sebuah kesempatan besar dalam meningkatkan perekonomian melalui pariwisata. Mari kita bersatu untuk masa depan yang lebih baik melalui potensi keindahan alam yang kita miliki,” tegas Camat Robintang.
Camat Robintang juga menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan sinergitas yang baik antara pimpinan daerah.
“Pembangunan ini merupakan sinergitas yang baik antara pimpinan Kabupaten Samosir Bapak Bupati Vandiko dengan Gubernur Sumut Bapak Bobby Nasution. Karena nantinya kegiatan ini akan didukung oleh Pemprovsu. Karena itu kita harus mengambil kesempatan yang baik ini,” ujar Camat Robintang.
Dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara diharapkan dapat mempercepat realisasi penataan sempadan Danau Toba, sehingga dampaknya dapat segera dirasakan masyarakat.
FGD ini menjadi langkah awal Pemkab Samosir dalam menyusun perencanaan yang partisipatif. Tujuannya agar penataan pantai Danau Toba tidak hanya indah secara visual, tetapi juga berkelanjutan, ramah lingkungan, dan memberikan manfaat ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten, tokoh masyarakat, perantau, dan warga lokal, Pemkab Samosir optimis penataan sempadan Danau Toba akan menjadi ikon baru pariwisata yang menyejahterakan.





















































