“Rosinta Sitanggang: Pemanfaatan Alam Sesuai UUD 1945 Pasal 33 untuk Kesejahteraan Masyarakat”
SAMOSIR – Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Samosir, Rosinta Sitanggang, mantan anggota DPRD Samosir 3 periode 2004-2019, menyatakan dukungan dan apresiasi penuh terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Samosir dalam membangun penataan pantai Danau Toba sepanjang 22 kilometer yang dikenal sebagai “Long Beach”.
Program strategis ini akan membentang mulai dari Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan hingga Desa Simanindo, Kecamatan Simanindo.
Hal tersebut disampaikan Rosinta kepada sinarnews.tv di Kantor DPD Partai Golkar Samosir, Jalan Raya Simanindo, Desa Parsaoran I, Kecamatan Pangururan, Minggu (30/8/2026).
“Penataan pantai Danau Toba ini wajib kita dukung. Potensi alam yang luar biasa ini harus dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kesejahteraan rakyat, sesuai amanat UUD 1945 Pasal 33 bahwa bumi dan kekayaan alam dipergunakan untuk kemakmuran rakyat,” tegas Rosinta.
Berdasarkan data Pemkab Samosir, sosialisasi program ini telah dilaksanakan di Desa Parsaoran I pada 26 Agustus, Desa Sait Nihuta pada 27 Agustus, dan Desa Sianting-anting pada 28 Agustus 2026. Sosialisasi dijadwalkan berlanjut hingga Desa Simanindo pada 11 September 2026.
Rosinta juga mengungkapkan bahwa Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom telah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution yang menyatakan kesiapannya mendukung pembangunan “Long Beach” sepanjang 22 km tersebut.
“Kami berharap Bapak Gubernur dapat merealisasikannya dengan baik,” ujarnya.
Menurutnya, kehadiran “Long Beach” akan menjadi destinasi wisata baru di kawasan Pantai Danau Toba Samosir sekaligus mempercepat kebangkitan ekonomi masyarakat dari sektor pariwisata. Keberhasilan Waterfront City Pangururan yang mampu menarik kunjungan wisatawan menjadi bukti nyata dampak positif penataan kawasan tepi danau.
Selain itu, Rosinta berharap Pemkab Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Vandiko, kiranya terus melanjutkan program unggulan lainnya. Salah satunya adalah pembangunan Jalan Poros Tengah Samosir dari Desa Sialanguan menuju Rianiate yang sudah dimulai beberapa waktu lalu.
“Ini sangat penting untuk kelancaran mobilitas pengunjung dan masyarakat. Jalan Pangururan kerap macet ketika kunjungan wisatawan ke Samosir membludak pada musim liburan,” pungkasnya.





















































