Tanda Tanda Ekonomi RI Bangkit Versi Sri Mulyani

  • Whatsapp

Jakarta – Seiring kesehatan masyarakat yang membaik di tengah kondisi masih pandemi Covid-19 saat ini.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan perekonomian Indonesia saat ini terus menunjukkan tanda-tanda pulih .
Kasus harian Covid-19 di Indonesia selama libur Idul Fitri pun menurun cukup tajam dibandingkan tahun lalu.
Dia mengatakan, sinyal pemulihan ekonomi ditunjukkan dengan kembalinya tingkat kepercayaan masyarakat ke level optimis pada angka 101,5. Angka ini jauh melampaui periode awal pandemi sejalan dengan tren mobilitas masyarakat yang mengalami peningkatan secara konsisten sejak bulan April.

Selain itu, berikut sederet sinyal mulai pulihnya ekonomi RI menurut Sri Mulyani:

– Indeks Penjualan Retail

Indeks penjualan retail menunjukkan keberlanjutan pemulihan konsumsi masyarakat pada Maret dan April 2021, secara umum ditopang oleh peningkatan konsumsi pada seluruh kelompok, termasuk penjualan mobil ritel mencatatkan pertumbuhan yang sangat tinggi sebesar 227,6% (yoy) dan 2,5% (mtm). Ini dikatakan mengindikasikan perbaikan tingkat konsumsi kelas menengah.

“Kita semuanya harus menjaga momentum dan pada saat yang sama tetap waspada terhadap resiko yang begitu sangat dinamis. Jadi setiap proyeksi ada catatannya. Setiap optimisme selalu ada kewaspadaannya,” ungkapnya dalam konferensi pers virtual APBN KITA, Selasa (25/05/2021).

– Konsumsi Listrik

Indikator konsumsi listrik pada bulan April 2021 memasuki zona positif, tumbuh hampir di semua sektor yang menunjukkan adanya recovery ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, konsumsi listrik pada April 2021 tumbuh 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year).

“Indikator lain yang menunjukkan pemulihan yaitu konsumsi listrik di April, semua masuk di zona positif kecuali rumah tangga. Ini artinya, masyarakat sudah mulai keluar rumah. Secara total konsumsi listrik tumbuh 6,3%,” tuturnya.

Dia merinci, konsumsi listrik di golongan pelanggan bisnis tumbuh 15,9%. Hal ini menurutnya menandakan kegiatan bisnis meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan ramainya pusat perbelanjaan seperti mal, pasar, dan pertokoan di bulan Ramadan dan dalam rangka persiapan Hari Raya Idul Fitri 2021.

“Di April konsumsi listrik di pelanggan bisnis tumbuh 15,9%, ini rebound dan recovery menggembirakan,” ujarnya.

Begitu pun dengan golongan pelanggan industri, tumbuh 20,3% secara yoy. Penerapan PPKM yang terkendali mendukung tingkat PMI Manufaktur semakin ekspansif, yaitu mencapai 54,6 pada bulan April, dan mencatatkan rekor tertinggi sejak 2011.

– Surplus Neraca Perdagangan

Dari sisi perdagangan internasional, Neraca Perdagangan Indonesia melanjutkan tren positif dengan surplus US$ 2,19 miliar pada bulan April 2021, atau surplus yang terakumulasi sebesar US$ 7,7 miliar sejak Januari-April 2021.

Kinerja ekspor tumbuh dua digit, yaitu meningkat sebesar 51,9% (yoy) dan 25% (year to date/ ytd), terutama didorong pertumbuhan ekspor nonmigas seperti besi dan baja, mesin dan peralatan elektrik, karet, logam mulia, timah, dan tembaga.

Kinerja impor juga menunjukkan pertumbuhan positif meski tak sebaik bulan Maret, didorong oleh pertumbuhan impor migas dan nonmigas mesin dan peralatan elektrik, bahan kimia organik, barang dari plastik.

– Neraca Pembayaran

Indikasi ke arah perbaikan ekonomi juga terlihat dari Neraca Pembayaran Kuartal I 2021 yang mencatatkan surplus sebesar US$ 4,1 miliar, berbalik arah dari kuartal sebelumnya.

Perbaikan ini menurutnya, tidak lepas dari kerja keras APBN melalui belanja negara terus dijaga untuk mendorong momentum pemulihan ekonomi, sehingga momentum ini dapat dimanfaatkan untuk lebih mendorong pendapatan negara yang mulai membaik.

– Belanja Negara

Realisasi Belanja Negara sampai dengan akhir April 2021 mencapai Rp 723 triliun atau tumbuh signifikan sebesar 15,9% (yoy). Realisasi belanja negara terdiri dari belanja Pemerintah Pusat sebesar Rp 489,8 triliun dan TKDD sebesar Rp 233,2 triliun.

– Pendapatan Negara

Pendapatan negara juga sudah mengalami pertumbuhan yang mengindikasikan perbaikan ekonomi sudah mulai terjadi. Hingga akhir April penerimaan negara tercatat sebesar Rp 585 triliun atau tumbuh 6,5% (yoy).

Meski demikian, penerimaan negara dari pajak masih terkontraksi 0,5%. Meski masih terkontraksi, pertumbuhan kumulatif sampai dengan April 2021 lebih baik dibandingkan Januari-Maret, didorong oleh pertumbuhan positif pada bulan April baik secara neto maupun bruto seiring dengan penyampaian SPT Tahunan PPh Badan.

Dengan realisasi ini, maka stimulus fiskal di berbagai sektor telah terbukti memberikan manfaat yang besar dalam upaya penyelamatan dan pemulihan ekonomi di masa pandemi. Momentum pengendalian pandemi dan pemulihan ekonomi yang sedang terjadi di Indonesia perlu terus dijaga dengan dukungan kerja keras APBN serta pelaksanaan PPKM dan Protokol Kesehatan yang lebih disiplin dan terkendali.

“Pemerintah berkomitmen untuk meneruskan kinerja APBN agar dapat memberikan kontribusi maksimal bagi kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.

nsn

DETIK
banner 400x130
lastrinlivestreaming

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.