MAGELANG – Ribuan lampion menghiasi langit Candi Borobudur dalam rangkaian peringatan Tri Suci Waisak 2569 BE pada Senin (12/5/2025) malam.
Kegiatan bertajuk Festival Lampion di situs bersejarah di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, itu didahului meditasi dan pembacaan paritta oleh sejumlah biksu.
Untuk menerbangkan lampion tidak cukup dilakukan oleh satu orang. Perlu ada pembagian tugas untuk membentangkan lampion dan menyalakan api.
Sehingga satu lampion harus ditaja empat hingga lima orang.
Semestinya lampion dilepaskan dari genggaman ketika aba-aba sudah diberikan pemandu acara. Namun, tidak sedikit yang mendahului.
Tidak bagi Besti (53), peserta Festival Lampion asal Jambi. Dia dan anak perempuannya, ditambah dua perempuan yang baru ditemuinya di lokasi, mengikuti instruksi yang dilontarkan. “Betul-betul menakjubkan euforianya,” ucapnya kepada Wartawan.
Sesi penerbangan lampion
Sementara itu, Diana (19), mahasiswa di kampus Magelang, merasa sudah puas meski cuma bisa menonton lampion mengudara dari luar barikade peserta penerbang.
“Tahun lalu enggak kebagian tiket menonton. Rumah saya juga jauh, sih,” ujarnya kepada Wartawan.
Diana bermukim di Kecamatan Sawangan, Magelang.
Diketahui, Festival Lampion 2025 mengangkat tema “Light of Peace”.
Acara ini terdiri dari dua sesi penerbangan lampion, yaitu sesi pertama pada pukul 18.00-20.00 WIB dan sesi kedua pada pukul 21.00-23.00 WIB.
“Kami masih mendatangkan lampion dari Thailand. Kertas dan bambunya ramah lingkungan,” kata Ketua Panitia Penyelenggara Lampion Waisak Fatmawati.
“Kami juga memberikan wishing card yang bisa ditempel di lampion. Peserta bisa menuliskan harapan-harapannya di sana,” imbuhnya.

Mar.



















































