JAKARTA – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan pemerintah tidak pernah membahas rencana membagikan telepon seluler atau HP gratis kepada masyarakat untuk mendukung penyaluran bantuan sosial (bansos).
Pernyataan tersebut disampaikan Airlangga saat ditemui di kantornya di Jakarta, Selasa (20/10/2026).
“Enggak. Memang enggak pernah kita bahas (pembagian) HP itu,” kata Airlangga mengutip Antara.
Meski rencana pembagian HP gratis tidak pernah dibahas, Airlangga mengatakan program pembukaan rekening massal tetap akan dijalankan.
Program tersebut direncanakan masuk agenda pemerintah pada kuartal IV atau periode Oktober hingga Desember 2026.
“Itu (rekening massal) termasuk dalam program Q IV. Kita lagi siapin regulasinya,” ujarnya.
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 3,8 Triliun
Untuk mendukung program pembukaan rekening massal, pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 3,8 triliun.
Pelaksanaannya akan melibatkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI dan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI.
Program ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto agar setiap warga negara Indonesia memiliki rekening bank.
Melalui program tersebut, pemerintah berupaya memperluas inklusi keuangan sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, terutama mereka yang belum memiliki akses terhadap layanan perbankan.
Sebelumnya, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menyampaikan rencana pembagian HP gratis yang dilengkapi rekening digital dalam Prasasti Policy Forum 2026 di Jakarta, Selasa (13/10/2026).
Menurut Hashim, perangkat tersebut akan digunakan untuk mendukung penyaluran bantuan pemerintah secara langsung kepada masyarakat melalui rekening digital.
Ia juga menyebut pemerintah telah menugaskan BRI dan BSI untuk membuka rekening bagi masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.
Rencana tersebut kemudian dikaitkan dengan program pembukaan rekening massal yang disiapkan pemerintah.






















































