Jakarta – Para Menteri Keuangan dan Menteri Pertanian G20 menyambut baik inisiatif dari beberapa lembaga dunia yang akan menyalurkan bantuan totalnya USD 60,5 miliar untuk mengatasi masalah krisis pangan global.
“Anggota menyambut baik beberapa inisiatif yang sedang berlangsung sejauh ini untuk mengatasi krisis pangan yang telah diprakarsai oleh forum dan organisasi regional dan internasional,” dikutip dari keterangan Kementerian Keuangan, Selasa (18/10/2022).
Adapun organisasi-organisasi internasional dalam pertemuan tersebut merinci beberapa inisiatif mereka, termasuk respon ketahanan pangan World Bank Group’s (WBG) senilai USD 30 miliar dan platform global USD 6 miliar untuk intervensi sektor swasta; Jendela Kejutan Pangan Dana Moneter Internasional (IMF).
Selanjutnya, Asian Development Bank’s (ADB) sebesar USD 14 miliar untuk mengatasi krisis pangan dan program respons ketahanan pangan Islamic Development Bank’s sebesar USD 10,5 miliar.
Anggota setuju untuk meminta Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) dan WBG untuk membagikan hasil latihan pemetaan mereka tentang krisis pangan, yang akan dikonsolidasikan di masa depan, dengan masukan dari para ahli teknis dan organisasi internasional terkait lainnya, dan akan memberikan analisis sistemik tanggapan untuk mengatasi ketahanan pangan.
Nantinya, hal tersebut akan mengidentifikasi setiap kesenjangan besar dalam tanggapan global; mengkaji variabel pangan dan gizi serta pendanaan; mengkaji ketersediaan dan permintaan pupuk; membangun Sistem Informasi Pasar Pertanian (AMIS) G20; dan mengidentifikasi masalah jangka menengah yang memerlukan analisis teknis dan sistemik lebih lanjut.

Editor : Aronjo Lastrin .





















































