“Staf Ahli Bupati: Long Beach 22 KM & Jalan By Pass Jadi Program Strategis Bupati”
SAMOSIR – Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Samosir menggelar Focus Group Discussion (FGD) I terkait Perencanaan Penataan Sempadan Danau di Kecamatan Pangururan, tepatnya di Desa Parsaoran I.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026 bertempat di Kantor Desa Parsaoran I. FGD ini menjadi langkah awal Pemkab Samosir dalam menyusun perencanaan penataan kawasan sempadan Danau Toba agar lebih tertib, berkelanjutan, dan berpihak kepada masyarakat.
Berdasarkan spanduk kegiatan, FGD ini diinisiasi oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah Kabupaten Samosir di bawah kepemimpinan Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, ST dan Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk, SE, MM.
Sambutan Staf Ahli Bupati: 2 (Dua) Program Strategis untuk Pangururan
Dalam sambutannya, Staf Ahli Bupati Samosir Rudi Siahaan menegaskan bahwa penataan sempadan danau ini merupakan bagian dari visi besar Pemkab Samosir untuk menjadikan Pangururan dan Simanindo sebagai Key Tourism Area atau kunci area pengembangan wisata yang terintegrasi di Kawasan Danau Toba.
“Kecamatan Harian dan Tele ditetapkan sebagai Kawasan Penyanggah Utama dari jalur darat untuk mendukung kawasan wisata ini,” ujar Rudi Siahaan.
Rudi juga memaparkan bahwa ada 2 (dua) program strategis Bupati Samosir untuk pengembangan wilayah dan wisata di Kecamatan Pangururan.
“Pertama, Pembangunan Jalan By Pass Pangururan. Kedua, Pembangunan Long Beach atau pedestrian sepanjang 22 KM mulai dari Desa Parsaoran 1 sampai ke Desa Simanindo Kecamatan Simanindo,” jelasnya.
Menurutnya, pembangunan Long Beach atau pedestrian ini selain untuk penataan pinggir danau, juga akan menjadi sarana pengembangan objek wisata baru.
“Ini akan memunculkan usaha-usaha baru bagi masyarakat yang secara otomatis akan menambah kesejahteraan masyarakat ke depannya,” tegasnya.
Dukungan Lahan Jadi Kunci
Rudi Siahaan juga menekankan pentingnya dukungan masyarakat dalam penyediaan lahan.
“Desain dan perencanaan yang baik harus didukung juga dengan ketersediaan lahan. Harapan Pemerintah Kabupaten Samosir agar masyarakat bersedia untuk menyerahkan lahan dan tidak ada yang keberatan, agar program strategis Bapak Bupati Samosir ini bisa berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Tinjau Langsung Lokasi Penataan Pantai
Pada kesempatan tersebut, tim langsung turun ke lapangan untuk meninjau perencanaan penataan pantai di Desa Parsaoran I. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian data eksisting dengan rencana pengembangan pedestrian dan kawasan wisata tepi danau.
Dalam kegiatan tersebut tampak hadir Staf Ahli Bupati Samosir Rudi Siahaan, Parsaoran Rumapea dan Ricardo Simbolon dari Bapperida, Camat Pangururan Robintang Naibaho, Kepala Desa Parsaoran I, Konsultan Perencana, serta warga masyarakat Desa Parsaoran I dan sekitarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga ditampilkan pemaparan peta eksisting Desa Parsaoran I yang menunjukkan batas sempadan danau serta kondisi permukiman warga di sekitar kawasan danau.
Penataan sempadan danau merupakan salah satu prioritas Pemkab Samosir untuk mendukung kelestarian Danau Toba sekaligus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi masyarakat yang ramah lingkungan.
Pemkab Samosir melalui Bapperida berharap, hasil dari FGD I ini dapat menjadi masukan penting dalam penyusunan dokumen perencanaan. Ke depan akan dilakukan serangkaian FGD lanjutan dengan melibatkan seluruh stakeholder, pemerintah desa, dan masyarakat.





















































