Jakarta – Produk pemanis buatan Beeru Stevia mendadak jadi sorotan publik di media sosial. Dalam video yang viral di media sosial, Doktif menyebut hasil pengujian laboratorium menunjukkan produk tersebut justru mengandung karbohidrat serta dua jenis pemanis buatan lainnya, yaitu sukralosa dan neotam.
Menanggapi kegaduhan tersebut, manajemen Beeru Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul. Pihaknya mengaku memahami kekhawatiran masyarakat dan memilih untuk menghentikan sementara seluruh aktivitas penjualan produk Beeru Stevia.
“Sebagai tindak lanjut, saat ini Beeru bersama beberapa pihak terkait sedang melakukan pengujian laboratorium terhadap sampel produk yang beredar di pasaran, serta yang tersedia sebagai stok,” tulis pihak manajemen melalui akun Instagram resminya, dikutip wartawan, Jumat (30/10/2026).
Manajemen menjelaskan bahwa langkah pengujian ini dilakukan untuk memverifikasi ulang kandungan nutrisi pada produk agar sesuai dengan informasi nilai gizi yang tertera di kemasan. Proses pengujian independen ini diperkirakan memakan waktu hingga tujuh hari kerja.
Sambil menunggu kepastian hasil laboratorium, langkah tegas diambil dengan menyetop peredaran produk di pasaran.
“Selama verifikasi berlangsung, seluruh penjualan Beeru Stevia dihentikan sementara,” tegas manajemen.
Kata Kemenkes soal Beeru Stevia
Maraknya isu ini juga memicu respons dari Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes). Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes RI, Aji Muhawarman, menegaskan bahwa pemerintah belum bisa menyimpulkan tingkat keamanan maupun potensi bahaya dari produk tersebut sebelum ada hasil resmi dari pengawas obat dan makanan.
“Kemenkes belum bisa menyimpulkan produk tersebut berbahaya atau menjelaskan dampak buruk terhadap kesehatan sebelum ada hasil pengujian dan penilaian BPOM terkonfirmasi,” jelas Aji saat dikonfirmasi Wartawan, Jumat (30/10).
Meski begitu, Aji mengingatkan masyarakat agar tidak bergantung sepenuhnya pada pemanis alternatif sebagai jalan pintas mengendalikan berat badan atau menjaga kesehatan.
“Jangan langsung menganggap produk low sugar atau zero sugar pasti lebih sehat. Perhatikan komposisi, informasi nilai gizi, dan jumlah yang dikonsumsi,” imbau Aji.
Aji membeberkan batas aman konsumsi gula harian bagi seseorang idealnya adalah maksimal 50 gram, atau setara dengan empat sendok makan per hari. Batas ini mencakup keseluruhan asupan gula dari seluruh makanan dan minuman yang dikonsumsi sepanjang hari, bukan hanya gula pasir tambahan.






















































