1,25 JUTA Bibit Kopi Mendarat di Samosir! Bupati Vandiko Lepas Truk Pengangkut: Jangan Dijual, Ini Untuk Kesejahteraan Petani!

oleh -14 Dilihat

SAMOSIR – Pemerintah Kabupaten Samosir terus memperkuat pengembangan komoditas perkebunan kopi sebagai upaya meningkatkan produktivitas pertanian dan perekonomian masyarakat.

Melalui sinergitas dengan Kementerian Pertanian RI, Pemkab Samosir menyalurkan 1.250.000 bibit kopi kepada 245 kelompok tani untuk pengembangan lahan seluas 1.250 hektare di sembilan kecamatan.

Penyaluran bantuan tersebut ditandai dengan pembagian bibit dan pelepasan truk pengangkut bibit oleh Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk dan Forkopimda dari halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir, Kamis (29/10/2026).

Bantuan tersebut merupakan bagian dari kegiatan pengembangan kawasan perkebunan yang bersumber dari DIPA Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian TA 2026. Selain bibit, pemerintah juga memberikan dukungan pembuatan lubang tanam sebesar Rp 1.170.000 per hektare dengan total lebih dari Rp 1,4 miliar, serta bantuan pupuk organik cair dan granul senilai Rp 6 miliar.

Apresiasi Untuk Kementan dan Sinergi Program Presiden Prabowo

Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Pertanian, atas dukungan yang diberikan kepada petani Samosir.

Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud sinergitas pemerintah daerah dan pusat dalam mendorong pengembangan komoditas kopi sekaligus mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto di bidang pertanian.

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Samosir. Kita patut bersyukur karena mendapat dukungan yang cukup besar, mulai dari bibit, pupuk hingga bantuan pembuatan lubang tanam. Ini harus kita manfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan perkebunan kopi dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Vandiko.

Ia menegaskan pengembangan kopi sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat untuk memperluas dan memperkuat komoditas perkebunan.

“Program bantuan bibit kopi ini sejalan dengan program prioritas Bapak Presiden untuk pengembangan dan perluasan pertanian kopi. Karena itu, kita harus berupaya maksimal untuk menyukseskannya,” katanya.

Bupati: Jangan Dijual, Harus Ditanam dan Dirawat

Vandiko meminta seluruh kelompok tani penerima bantuan memiliki komitmen untuk menanam, merawat dan mengembangkan bibit yang telah diberikan hingga menghasilkan.

“Apa yang sudah kita terima, mari kita tanam dan rawat dengan baik. Kalau ada kendala dalam prosesnya, jangan ragu berkoordinasi dengan PPL. Pemerintah akan terus mendampingi agar bantuan ini benar-benar berhasil dan memberikan manfaat bagi petani,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar seluruh bantuan digunakan sesuai peruntukan dan tidak diperjualbelikan.

“Jangan sampai bantuan ini dijual atau digunakan tidak sesuai peruntukan. Kita ingin bantuan ini benar-benar tumbuh menjadi kebun kopi yang produktif. Pengawasan akan dilakukan bersama aparat penegak hukum, dan kita berharap seluruh kelompok tani menjaga kepercayaan yang sudah diberikan pemerintah,” ujarnya.

“Jangan sampai bantuan sebesar ini gagal karena tidak ada komitmen. Ini adalah kesempatan bagi kita untuk memperkuat perkebunan kopi Samosir. Kalau berhasil, manfaatnya akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk peningkatan produksi dan pendapatan petani,” katanya.

680 Ha Tanam Baru dan 570 Ha Peremajaan

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Kabupaten Samosir Tumiur Gultom menjelaskan, bantuan bibit tersebut diperuntukkan bagi pertanaman pada lahan seluas 1.250 hektare, terdiri atas 680 hektare untuk tanam baru dan 570 hektare untuk peremajaan tanaman kopi yang telah ada, termasuk mengganti tanaman yang rusak atau meranggas.

Bibit yang disalurkan merupakan jenis kopi Arabika Gayo 3 yang dinilai adaptif terhadap kondisi Samosir dan memiliki potensi produksi yang baik.

“Prinsipnya adalah tanam, rawat dan panen. Pemerintah berusaha membantu, tetapi hasilnya untuk petani. Karena itu harus dijaga dan dirawat dengan baik,” ujar Tumiur.

Ia menjelaskan, pengembangan perkebunan kopi di Kabupaten Samosir telah dilakukan sejak 2022. Berdasarkan pendataan bersama Kementerian Pertanian, luas perkebunan kopi di Samosir hingga saat ini telah mendekati 8.000 hektare.

Penyaluran bibit telah dimulai sejak 26 Oktober di Kecamatan Pangururan, Harian dan Simanindo. Distribusi selanjutnya dilakukan secara bertahap ke wilayah penerima lainnya dan diperkirakan selesai dalam waktu sekitar 10 hari.

Pemkab Samosir memastikan seluruh lubang tanam telah tersedia sebelum bibit disalurkan, sehingga bibit yang diterima petani dapat segera ditanam.

Didukung Forkopimda dan Dikawal Kejari

Program tersebut mendapat dukungan penuh Forkopimda Kabupaten Samosir.

Danramil Pangururan menyatakan pihaknya mendukung program pemerintah agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Kasat Binmas Polres Samosir Priston Simbolon juga mengapresiasi program tersebut.

“Kami mendukung penuh program Pemkab Samosir. Manfaatkan bantuan ini dengan baik. Mari bekerja dan bekerja. Komitmen kelompok tani harus nyata, harus bisa panen,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejari Samosir Juna Karokaro mengatakan program Kementerian Pertanian tersebut mendapatkan pengawalan dan pendampingan untuk memastikan bantuan diterima dan digunakan sesuai ketentuan.

“Kami diperintahkan melakukan pengawalan dan pendampingan sehingga apa yang diterima masyarakat dapat berjalan dengan baik dan benar. Kalau ada kendala, ancaman, gangguan atau hambatan, dapat disampaikan kepada kami,” katanya.

Petani Apresiasi Bupati Vandiko

Bagi petani, bantuan tersebut menjadi tambahan modal penting.

Ketua Kelompok Tani Suka Tani Desa Sihusapi, Aratua Ambarita, menyampaikan terima kasih kepada Presiden RI, Kementerian Pertanian dan Pemkab Samosir. Kelompoknya menerima sekitar 40.000 batang bibit dari total 1,25 juta batang yang disalurkan.

“Kami percaya ini juga atas usulan Bupati Samosir. Kepedulian Bapak Bupati kepada petani sangat kami rasakan. Kami tidak salah memilih Bapak Bupati,” ujarnya.

Apresiasi juga disampaikan Ketua Kelompok Tani Wanita Nania Desa Tanjung Bunga, Tilesna Debata Raja. Ia menyebut kelompoknya telah menerima bantuan pemerintah sejak 2022, termasuk kopi, bawang dan pupuk.

Melalui penyaluran bantuan tersebut, Pemkab Samosir berharap pengembangan kawasan kopi tidak hanya memperluas areal perkebunan, tetapi juga meningkatkan produktivitas, pendapatan dan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

EDITOR

Avatar photo

SS - SINARNEWS Media Online

S. Edward H. Simanjuntak


Tentang Penulis: SS - SINARNEWS Media Online

Avatar photo
S. Edward H. Simanjuntak