Polisi Datangi Lokasi Preman Viral Pungli Modus Parkir di Medan

  • Whatsapp

Medan – Seorang preman diduga melakukan pungutan liar (pungli) di Medan viral di media sosial (medsos). Polisi mendatangi lokasi diduga terjadi pungli.
Wakapolsek Medan Kota, AKP AW Nasution, mengatakan polisi telah mengecek video viral itu ke lokasi. Dia mengatakan jajarannya mendatangi lokasi sebagai bentuk pembinaan, namun si pria yang diduga pelaku pungli belum ditemukan.

“Sudah ke sana Sabhara kita, sudah, pembinaan saja,” kata AKP AW Nasution kepada wartawan, 29 September 2021 .

AW Nasution mengatakan polisi datang ke lokasi pungli viral untuk memberi pembinaan. Namun pihak yang diduga menjadi pelaku pungli viral itu tak ditemukan. Polisi menerima penjelasan kalau pria diduga pelaku pungli itu sudah meminta maaf ke pemilik rumah makan.

Dia mengatakan polisi tidak melakukan tindakan lebih lanjut. Menurutnya, warga yang menjadi korban tidak membuat laporan ke polisi.

“Nggak bisa kita apa-apain. Nggak mau dia (korban) bikin laporan polisi,” sebut AW Nasution.

Dia mengatakan pria tersebut telah meminta maaf ke pemilik rumah makan sebelum polisi datang. Si pria itu mengaku meminta uang parkir karena mau membeli beras.

“Meminta maaf atas kesalahan saya di salah satu rumah makan yang mengutip parkir. Saya mohon bapak penegak hukum mengerti akan kesalahan saya, karena saya hanya mencari beras sekilo lah di sini. Mohon maaf yang sebesar-besarnya,” ucap pria itu dalam video permintaan maaf.

Sebelumnya, video memperlihatkan seorang pria diduga melakukan pungli di Medan viral di media sosial. Dalam video itu, tampak seorang pria berkacamata berdiri di depan salah seorang pengendara sepeda motor. Pria itu tampak memegang sejumlah uang.

Dia tampak berbicara dengan pengendara itu. Pria itu kemudian meminta si pengendara membayar uang parkir.

“Jangan banyak cerita kau, kau bayar terus,” sebut pria itu.

Pengunggah video menyertakan narasi pungli modus parkir terjadi di Jalan Andalas No 2 Kelurahan Pasar Baru, Medan Kota. Si preman bermodus parkir disebut sangat meresahkan.

“Hal ini sungguh meresahkan warga dan para pedagang yang buka usaha di Jalan Andalas. Ketika diminta karcis parkir tidak ada dan malah memaki pengendara. Mohon aparat kepolisian bisa menindak hal ini,” tulisnya.

­čîĆnikolas s naibaho­čîĆ

.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.